Contoh Makalah Untuk Pemula

Contoh Makalah Untuk Pemula

Contoh Makalah Untuk Pemula

Kali ini saya akan memberikan beberapa contoh makalah yang perlu untuk dijadikan pedoman dalam membuat makalah ketika akan presentasi di kampus. diantaranya saya langsung masuk pada contoh makalah yang membahas tentang belajar yaitu:

contoh makalah belajar

pembahasan contoh makalah ini, Sebagai bakal guru, kita tidak pernahkah berfikir bahwa anak-anak sangat memerlukan bermain dalam perkembangan kognitif, psikomotor dan afektif. Menurut Choong , main merujuk kepada sesuatu aktiviti yang bermotivasi intrinsic serta menyeronokkan kepada individu yang berkenaan. Kamus Webster juga menyatakan konsep bermain sebagai pergerakan cepat dan berubah- ubah sebagai contoh, anak-anak bermain mengandaikan dirinya sebagai pejuang, lumba-lumba. Konsep kedua menyatakan main peranan adalah satu watak sebagai contoh anak-anak berpura-pura menjadi seorang guru, emak, dan sebagainya.

Kegiatan pembelajaran pada anak usia dini, menurut Sujiono dan Sujiono, pada dasarnya adalah pengembangan kurikulum secara konkret berupa seperangkat rencana yang berisi sejumlah pengalaman belajar melalui bermain yang diberikan pada anak usia dini berdasarkan potensi dan tugas perkembangan yang harus dikuasainya dalam rangka pencapaian kompetensi yang harus dimiliki oleh anak.
Atas dasar pendapat di atas dapat dinyatakan bahwa pembelajaran untuk anak usia dini memiliki karakteristik sebagai berikut.
1. Belajar, bermain, dan bernyanyi
Pembelajaran untuk anak usia dini menggunakan prinsip belajar, bermain, dan bernyanyi. Pembelajaran untuk anak usia dini diwujudkan sedemikian rupa sehingga dapat membuat anak aktif, senang, bebas memilih. Anak-anak belajar melalui interaksi dengan alat-alat permainan dan perlengkapan serta manusia. Anak belajar dengan bermain dalam suasana yang menyenangkan. Hasil belajar anak menjadi lebih baik jika kegiatan belajar dilakukan dengan teman sebayanya. Dalam belajar, anak menggunakan seluruh alat inderanya.
2. Pembelajaran yang berorientasi pada perkembangan
Pembelajaran yang berorientasi pada perkembangan mengacu pada tiga hal penting, yaitu :

1) berorientasi pada usia yang tepat,

2) berorientasi pada individu yang tepat, dan

3) berorientasi pada konteks social budaya.
Pembelajaran yang berorientasi pada perkembangan harus sesuai dengan tingkat usia anak, artinya pembelajaran harus diminati, kemampuan yang diharapkan dapat dicapai, serta kegiatan belajar tersebut menantang untuk dilakukan anak di usia tersebut.

contoh makalah bagus

contoh makalah ini sangat sederhana. tapi kita lanjutkan dulu pembahasannya. Manusia merupakan makhluk individu. Perbedaan individual juga harus manjadi pertimbangan guru dalam merancang, menerapkan, mengevaluasi kegiatan, berinteraksi, dan memenuhi harapan anak.
Selain berorientasi pada usia dan individu yang tepat, pembelajaran berorientasi perkembangan harus mempertimbangkan konteks sosial budaya anak. Untuk dapat mengembangkan program pembelajaran yang bermakna, guru hendaknya melihat anak dalam konteks keluarga, masyarakat, faktor budaya yang melingkupinya
Menurut Singer mengemukakan bahwa bermain dapat digunakan anak-anak untuk menjelajahi dunianya, mengembangkan kompetensi dalam usaha mengatasi dunianya dan mengembangkan kreativitas anak.

Dengan bermain anak memiliki kemampuan untuk memahami konsep secara ilmiah, tanpa paksaan. Bermain juga merupakan kegiatan yang memberikan kegembiraan dan kepuasan kepada anak-anak tanpa menimbangkan apakah hasil kegiatan itu. Bermain bukan satu kegiatan yang dipaksa tetapi ia merupakan fitrah semula jadi anak-anak dalam proses mereka berkembang. Bagi anak-anak, bermain merupakan aktiviti di dalam kehidupan seharianmereka. Melalui aktiviti bermain anak-anak belajar berkenaan diri dan alam persekitarannya. Dalam konteks pendidikan pra sekolah, bermain ialah satu proses pembelajaran yang terancang dan berstruktur dalam memberi peluang kepada murid belajar dalam suasana yang informal, menyenangkan, bebas dan selamat.

Melalui bermain, anak-anak berinteraksi dengan bahan, orang lain atau secara bersendirian. anak-anak merasaterhibur apabila mereka bermain. Bermain adalah satu bentuk kesenian anak-anak. Iamerupakan saluran untuk melahirkan perasaan dan punca untuk mendapatkan kegembiraan dan kesenangan.

Bermain juga sebagai cipta karya yaitu anak-anak menciptakan kreatif mereka dengan bermain susunan blok. bermain juga dikonsepkan sebagai olahraga sebagai contoh bermain berlari-larian dan sebagainya. Bermain juga menciptakan kesenagan pada anak seperti permainan go back to door dan sebagainya.
Sedangkan dalam Strategi Pembelajaran Belajar Melalui Bermain di bedakan menjadi tiga tahanp yaitu antara lain :
1. Tahap prabermain
Tahap prabermain terdiri dari dua macam kegiatan persiapan : kegiatan penyiapan siswa dalam melaksanakan kegiatan bermain dan kegiatan penyiapan bahan dan peralatan yang siap untuk dipergunakan.
A. Kegiatan penyiapan siswa terdiri dari :
– guru menyampaikan tujuan kegiatan bermain kepada para siswa
– guru menyampaikan aturan-aturan yang harus diikuti dalam kegiatan bermain
– guru menawarkan tugas kepada masing-masing anak, misalnya membuat istana
– guru memperjelas apa yang harus dilakukan oleh setiap anak dalam melakukan tugasnya.
B. Kegiatan penyiapan bahan dan peralatan yang diperlukan, misalnya menyiapkan bak pasir, ember, bendera kecil, dsb.
2. Tahap bermain
Tahap bermain terdiri dari rangkaian kegiatan berikut :
– semua anak menuju tempat yang sudah disediakan untuk bermain
– dengan bimbingan guru, peserta permainan mulai melakukan tugasnya masing-masing
– setelah kegiatan selesai setiap anak menata kembali bahan dan peralatan permainannya
– anak-anak mencuci tangan.
3. Tahap penutup
Tahap penutup dari strategi pembelajaran melalui bermain terdiri dari kegiatan-kegiatan
– menarik perhatian dan membangkitkan minat anak tentang aspek-aspek penting dalam membangun sesuatu, seperti mengulas bentuk-bentuk geometris yang dibentuk anak
– menghubungkan pengalaman anak dalam bermain yang baru saja dilakukan dengan pengalaman lain, misalnya di rumah
– menunjukkan aspek-aspek penting dalam bekerja secara kelompok
– menekankan petingnya kerja sama.

Share This:

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *