Contoh Metode Observasi dalam Penelitian, Lengkap!

Kajian Metode Observasi dalam Penelitian

Kajian Metode Observasi dalam Penelitian

A. Pendahuluanh

Kajian Metode Observasi dalam Penelitian – Metode Observasi dalam sebuah penelitian dilakukan secara mendalam tentang sebuah kenyataan-kenyataan yang didasarkan pada kaidah-kaidah umum yang memungkin untuk diteliti lagi pada masa akan datang, penelitian merupakan kegiatan penelitian yang teratur yang disandarkan pada suatu pengetahuan yang memungkinkan untuk sampai padanya, memeriksa keabsahanya dengan uji ilmiah. Penelitian bisa juga diartikan cara untuk studi, yang mana dengan cara tersebut memungkinkan untuk sampai kepada hal-hal yang rumit, penelitian dilakkan dengan cara general dan menyeluruh untuk mengumpulkan data-data dan dalil-dalil yang memungkinkan untuk ditinjau kembali.[1]

Observasi yang kami lakukan bersifat Partisipatory Observasion dilakukan secara tim pada waktu yang berbeda, yang pertama dilakukan pada hari Jum’at, 06 Desember 2013 dan yang kedua dilakukan pada hari Kamis, 12 Desember 2013. Observasi dilakukan di tempat yang sama depan gedung Pasca Sarjana Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya dengan cara mengamati dan mencatat bagaimana sikap mahasiswa pasca sarjana ketika baru datang, apa yang dilakukan dan bagimana interaksi antar mahasiswa pasca sarjana.

Metode Partisipatory Observasion adalah menggambarkan apa yang terjadi, siapa atau apa yang terlibat, kapan dan di mana hal itu terjadi, bagaimana mereka terjadi, dan mengapa (di Setidaknya dari sudut pandang obsever) hal terjadi seperti yang mereka lakukan di situasi tertentu. Metodologi observasi partisipan digunakan untuk mempelajari proses, hubungan antar individu-individu,  individu dengan peristiwa, organisasi secara kontinuitas dari waktu ke waktu, dan pola, sosial budaya yang terjadi dimana individu tersebut berada.[2]

Dalam proses Partisipatory Observasion, observer terlibat secara langsung dan melihat serta mengamati bagaimana interaksi yang terjadi antar mahasiswa pasca sarjana ketika baru datang di gedung pasca sarjana, observer dalam mengamati ada yang duduk di ruang tungguh gedung pasca, dan ada yang diteras gedung pasca.

Ketika proses observasi, observer mencatat bagaimana interaksi antar individu-individu mahasiswa pasca, (karena memang partisipatory observasion cocok untuk mengetahuai fenomena yang terjadi dalam keseharian, fenomena-fenomena yang cukup terdatas dan masalah penelitian yang dapat dibatasi)[3], catatan dalam sebuah observasi bersifat penting, karena catatan merupakan data yang diperoleh dalam sebuah observasi.  Kemudian menganalisis data-data tersebut dan  setelah itu menarik sebuah kesimpulan dan pembuatan laporan.

Dalam observasi ini, observer hanya sebatas menilai bagaimana interaksi yang terjadi antar mahasiswa pasca, sebagai contoh beberapa mahasiswa pasca ketika baru datang ke gedung pasca pertama yang dilakakukan adalah melihat papan pengumuman yang berada di teras gedung pasca, kemudian langsung masuk ke kelas, ada yang ketika baru masuk ke gedung pasca ketemu dengan teman sekelas di ruang tamu kemudian ngobrol, ada juga yang ketika baru datang langsung masuk ke kelas, ada juga yang baru datang langsung menuju ruang akademik pasca sarjana, mereka ini rata-rata mahasiswa pasca S2 atau S3 yang mengajukan tesis atau desertasi.

Berdasarkan pada realita dan fakta-fatka yang yang terjadi ketika observer melakukan pengamatan, tujuan dari penelitian partisipatory observasion adalah untuk menghasilkan kebenaran praktis dan teoritis tentang kehidupan manusia didasarkan pada realitas kehidupan sehari-hari.[4]

B. Metode Observasi Penelitian

Metode Observasi dalam Penelitian – Dalam proses belajar mengajar yang dilakukan di dalam lingkungan kampus merupakan suatu hal yang pokok dalam pendewasaan berfikir dan bertindak, sebagaimana tempat-tempat pembelajaran formal yang lain. Seperti halnya kampus UINSA memberikan nuansa akademis yang nasional-religius. Sehingga seseorang ketika masuk ke dalam akan memperoleh nuansa yang berbeda karena akan mendapati dua ruang lingkup ilmu yang diskursif yaitu ilmu yang bertendensa pada ranah transenden dan ilmu yang mengarah pada ranah profan serta kebanyakan orang menganggap bahwa dua karakteristik tersebut sulit dipersatukan. disisi lain terdapat sekelompok orang yang menganggap keduanya adalah ilmu yang sama karena sama-sama datang dari sang pencipta. Kemudian ada yang berusaha mencari jalan tengah berupa pemahaman yang dapat diterima banyak orang dewasa ini berupa dua karakteristik ilmu tersebut meruapak hal yang berbeda tetapi itu saling melengkapi dalam hal ini simbiosis mutualisme.

Karakteristik dari kampus UINSA ini ternyata berdampak positif terhadap karakteristik mahasiswa yang ada di dalamnya, yaitu berupa corak religiusitas yang lebih mendominasi apalagi kampus ini baru mengalami transisi dari kampus yang religius menjadi religious-nasionalis. Dan kemudian pemahaman mengenai aktivitas mahasiswa yang dilakukan ketika berada di dalam kampus tersebut ternyata mendapatkan fenomena yang menarik, khususnya ketika penulis mengamati fenomena beberapa mahasiswa yang melakukan aktivitas yang berbeda ketika berada di ruang masuk gedung pasca serta aktivitas mahasiswa pasca sarjana UINSA dalam berinteraksi di luar gedung kampus sebelum masuk ke dalam ruangan kelas perkuliahan.

Perilaku yang penulis amati merupakan sebuah fenomena empirik dari realitas yang ada. Penulis melakukan pengamatan kepada mahasiswa yang hendak masuk ke dalam kelas gedung pasca sarjana UINSA serta pengamatan ini dilakukan ke dalam dua sesi yaitu pada hari jum’at, 6 desember 2013 pukul: 13.00 wib – 15.30 wib dan hari kamis 12 desember 2013 pada pukul: 07.30 wib. Adapun hasil pengamatan akan di deskribsikan sebagai berikut:

Pada hari jum’at, 6 desember 2013 pukul: 13.00 wib – 15.30 wib. Dari 56 mahasiswa yang menjadi subjek pengamatan maka yang masuk ke gedung dan langsung naik ke kelas berjumlah 18 orang, mahasiswa yang masuk gedung dan melihat pengumuman berjumlah 10 orang,  mahasiswa yang masuk gedung dan langsung ke akademik berjumlah 7 orang, serta mahasiswa yang bertemu dengan teman se kelasnya dan mengobrol diruang tamu berjumlah 21 orang.

Selanjutnya, pada hari kamis, 12 desember 2013, pukul: 07.00 wib. Ketika mahasiswa masuk ke dalam gedung pasca sarjana UINSA maka dari 60 mahasiswa yang menjadi subjek pengamatan maka ditemukan bahwa: mahasiswa langsung menuju kelas berjumlah 23 orang, mahasiswa yang membaca pengumuman di papan pengumuman sekitar 13 orang, mahasiswa yang mengobrol di kursi di depan pintu masuk sekitar 8 orang, mahasiswa yang pergi ke ruang akademik untuk menanyakan sekitar informasi kampus sekitar 6 orang, mahasiswa yang duduk di kursi dengan membaca buku sekitar 10 orang.

Sesuai dengan data di atas bahwa aktivitas mahasiswa yang dilakukan ketika berada di gedung pasca sarjana UINSA ini memiliki karakteristik yang berbeda. Teringat teori spikologi bahwa tindakan manusia pasti didasari pada motif tertentu. Sehingga dengan melihat perbedaan tingkah laku tersebut maka dikiranya wajar bahwa hal tersebut merupakan tindakan yang dilakukan atas motif tertentu.

Dan kemudian, setelah memahami beberapa fenomena di atas ternyata diperoleh kesimpulan yang menarik yaitu: Pertama, ditemukan karakteristik mahasiswa yang ketika datang ke gedung pasca UINSA yang dilakukan adalah langsung menuju keruang kelas perkuliahan tanpa memperdulikan realitas yang ada disekitar ruang masuk tersebut. Kedua, ditemukan karakteristik mahasiswa yang ketika datang ke gedung pasca UINSA yang dilakukan adalah mengamati aktivitas yang ada di sekitarnya dalam hal ini melihat papan pengumuman dan membaca koran di ruang tunggu. Ketiga, ditemukan karakteristik mahasiswa yang ketika datang ke gedung pasca UINSA yang dilakukan adalah menuju keruang lain sebelum masuk kedalam ruangan kelas perkuliahan, ruang lain yang dimaksud adalah ruang academic dan toilet.

Disisi lain bahwa, rata-rata yang masuk kedalam gedung pasca UINSA tersebut bahwa orang dewasa yang sudah mulai menginjak tua, dan bahkan ada yang ber usia tua ini sehingga mempengaruhi interaksi dari setiap individu yang bertemu di depan gedung ketika sebelum masuk keruang kelas. Interaksi yang dilakukan ini lebih bertendensi pada persoalan kehidupan keseharian yang berada di luar bangku perkuliahan, dan rata-rata obrolan yang sering diperbincangkan masalah pekerjaan, keluarga dan aktivitas lain di luar yang mengarah pada profesionalisme. Disisi lain, Tentunya tidak semua memperbincangkan masalah aktivitas yang ada berada di luar bangku perkuliahan malainkan ada juga sebagian mahasiswa yang langsung mempertanyakan masalah tugas perkuliahan, seperti: bagaimana tugas dari dosen A, sudah selesai? Prosentase antara kedua pola tersebut yang berangkat dari realitas yang ada adalah 65 % : 35 %.

Konklusi realitas seperti di atas sebenarnya dapat dikategorikan sebagai pola yang berulang (teratur) meminjam bahasanya William M. K. Trochim dalam buku The Research Methods Knowledge Base adalah Pattern yaitu tiga pola karakteristik mahasiswa yang dilakukan ketika menuju ke ruang kelas perkuliahan dan dua pola komunikasi yang diperbincangkan sesuai dengan keterangan yang telah dijelaskan di atas.

Menarik kan seputar metode observasi yang kami lakukan di atas. Tentu membuat anda semakin mengerti tentang dunia akademis di kampus islam ternama di indonesia.

C. Kesimpulan

Metode Observasi dalam Penelitian – Dengan melihat deskribsi yang ada di atas bahwa penarikan kesimpulan yang dialami oleh penulis ini berangkat dari penalaran induktif bahwa setelah melakukan aktivitas pengamatan dan pencarian data maka kemudian mengkategorikan karakteristik realitas dari data yang diperoleh. Kemudian setelah penarikan pola dengan karakteriatik yang ada diambillah hipotesis bahwa apakah realitas tersebut sesuai dengan keterangan diatas ini merupakan kejadian yang sering terulang atau memang kejadian yang berbeda dari semua karakteristik pengkategorian realitas tersebut.

Dan akhirnya diperoleh kesimpulan bahwa karakteristik mahasiswa yang datang ke gedung pasca sarjana untuk kuliah adalah yang pertama, langsung menuju ke ruang kelas perkuliahan. Kedua, mengamati kondisi ruangan depan pintu masuk yang diekspresikan dengan membaca pengumuman dan membaca korang di ruang tunggu. Ketiga, menuju ke ruang lain sebelum ke ruang kelas yang dibuktikan dengan mengunjungi ruang akademik dan ruang toilet. Serta pola komunikasi yang diperbincangkan adalah: Pertama, Membicarakan masalah aktivitas non akademik dan kedua, Membicarakan masalah akademik. Dengan keterangan bahwa prosentase seperti di atas.

Demikian Ulasan Singkat Seputar Metodel Observasi dalam penelitian, semoga bermanfaat.

Baca juga: Langkah – langkah dalam penyusunan karya ilmiah.

[1] Amin Muhammad Salam Munasiyah, Qowaid al-Batshu al-Ilmii wa Munaahijihi,(Jiddah, Maktabah Wathoniyah, 1995),17.

[2] Dany L Jorgensen, Partisipan Observation, (New Delhi: Sage Publications, 1989), 12.

[3] Ibid, 13.

[4] Ibid, 14.

pencarian lainnya:

  • metode observasi dalam penelitian
  • pengertian metode wawancara
  • contoh metode observasi
  • jenis jenis metode observasi
  • pengertian metode dokumentasi
  • pengertian metode observasi menurut sugiyono
  • macam macam metode observasi
  • pengertian metode observasi

Share This:

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *