Macam – Macam Perpustakaan Umum di Dunia Islam, Paling Lengkap!

         macam-macam perpustakaan umum di dunia islam   Dalam kesempatan ini jasa makalah menjelaskan tentang macam – macam perpustakaan umum di dunia islam tentunya sebagai khasanah keilmuan kita karena ternyata dunia islam memiliki pusat keilmuan yang dalam bentuk perpustakaan yang besar dan bahkan sampai terkenal di seluruh dunia, adapun macam – macam perpustakaan umum di dunia islam ini sebagai berikut:

Perpustakaan Umum di Dunia Islam

  1. Perpustakaan umum di dunia islam yang paling terkenal di Baghdad selama masa kepemimpinan Al Makmun (tahun 813-833) adalah Bayt Al-Hikmah. [1]Lembaga ini menggabungkan perpustakaan, sanggar sastra, lingkaran studi dan observasi, pada umumnya para sejarawan mengaitkan Pendirinya dengan Khalifah al-Makmun, tapi Shalabi mengatakan lain, bahwa lembaga itu sudah berjalan semasa pemerintahan pendahulu al Makmun, yakni Khalifah al-Rasyid (786-809 M)[2]. Yang pasti, Bayt al-Hikmah mencapai puncaknya dalam kegiatan intelektual dimasa khalifah al-Makmun.
  2. Perpustakaan umum di dunia islam di Marv, Persia timur, Yaqut yang tinggal di Marv menulis dalam kamus biografinya menjelaskan bahwa kota itu memiliki perpustakaan yang besar, dua diantaranya di Masjid utama dan sisanya di madrasah-madrasah. Ia bahkan diizinkan untuk meminjam tak kurang dari dua ratus jilid tanpa bayar.[3] demikian juga al-Makrizi menyebutkan perpustakaan yang didirikan disamping madrasah al Fadhiliyah mempunyai buku sejumlah 100.000 buah. Hal ini terjadi pada masa orang-orang belum mengenal percetakan
  3. Perpustakaan umum di dunia islam Madaras Nidlamiyah Baghdad, menurut salabi perpustakaan di madrasah ini memuat 6.000 judul. Rak-rak perpustakaan diberi tanda untuk membantu pencari atau peminjam dan dibuatkan pula catatan tentang apakah seri buku itu komplit atau tidak. Para pekerja di perpusatakaan membuat peraturan tentang peminjaman buku bagi para ilmuwan yang ingin membawa manuskrip untuk dibaca secara lebih konsentarsi. Seksi sirkulasi memberlakukan aturan-aturan tertentu tentang prosedur peminjaman untuk menjamin keamanan dan pemeliharaan buku-buku secara hati-hati yang menjadi tanggung jawabnya. Seorang peminjam tidak boleh menambah catatan pinggir (pada buku-buku yang dipinjamnya), ia juga tidak diperbolehkan membetulkan kesalahan-kesalahan tanpa persetujuan khusus dari pemilik buku itu. Dalam beberapa kasus, uang jaminan mungkin dipersyaratkan, biasanya pembayaran denda dikenakan bagi orang-orang yang menunda pengembalian buku diluar batas waktu yang ditentukan[4].
  4. Perpustakaan umum di dunia islam Dar al-Hikmah di Kairo, didirikan pada tahun 1004 di bawah dukungan Dinasti Fathimiyah. Dar al-Hikmah mempunyai pengakuan khusus karena perlengkapannya luar biasa. Para pendukngnya yang kaya menyediakan tinta, kertas, meja-meja dan ruang belajar bagi para ilmuwan dan para pelajar. Dar al-Hikmah berjalan selama lebih satu abad sebagai pusat utama pendidikan tinggi di Mesir sampai sultan al-Malik al-Afdhal kemudian menutupnya pada tahun 1122, ketika dia mengetahui bahwa dua orang ilmuwan tamu telah menyampaikan kuliah mengenai ajaran-ajaran yang menyeleweng (heretic) dalam bagian-bagiannya yang tertentu[5]. para penerus sulthan al-Afdhal kemudian membuka kembali Dar al-Hikmah itu, tetapi menetapkan hanya bacaan dan khutbah yang dinilai benar-benar ortodok saja yang dapat disampaikan dalam kelas-kelas perkuliahannya.[6]
  5. Perpustakaan umum di dunia islam Universitas Cordova di Spanyol, didirikan oleh Abdurahman al-Nasyir, perpustakaan ini memiliki koleksi ratusan buku, menyaingi perpustakaan-perpustakaan yang berada di daulat Abbasiyah.[7]
  6. Perpustakaan umum di dunia islam Khalifah Dinasti Fathimiyah ke-2, al-Aziz (975 – 996). Perpustakaan ini telah berkembang pesat. Diceritakan oleh khalifah, pada suatu kesempatan ketika buku al-Kalil kitab al-‘Ayn, yaitu sebuah kamus karya salah seorang ahli bahasa arab pada masa awal, dibawakan oleh petugas perpustakaan kepadanya sebanyak tiga puluh satu salinan, termasuk satu yang bertanda tangan. Ia juga membeli karya-karya al-Thabari seharga seratus dinar walaupun sudah ada lebih dari dua puluh salianan termasuk satu yang bertanda tangan diperpustakaan. Masih diperpustakaan yang sama terdapat seratus karya mengenai leksikografi, yaitu Jamhara karya Ibn Durayd, yang secara keseluruhan ada empat puluh koleksi buku diperpustakaan istana yang masing-masing koleksi terdapat di satu ruangan, berarti di perpustakaan tersebut terdapat empat puluh ruangan yang penuh berisi buku. Adapun ilmu-ilmu kuno, yaitu ilmu alam dan filsafat hellenistik yang ada di perpustakaan tersebut berjumlah 18.000 buku.

Demikian ulasan singkat seputar macam – macam Perpustakaan Umum di Dunia Islam, semoga bermanfaat.

Perpustakaan Umum di dunia

Daftar Pustaka

[1] Charles Michael Stanton, Pendidikan Tinggi Islam, (Jakarta: Logos, 1998), 169

[2] Ahmad Shalabi, History of Muslim Education, (Beirut: Dar al-kashshaf, 1954), 96-97

[3] Johannes Pedersen, Fajar Intelektual Islam, Buku dan Sejarah Penyebaran Informasi di Dunia Arab, (Bandung: Mizan, 1996), 167

[4] Charles Michael Stanton, Pendidikan Tinggi Islam, (Jakarta: Logos, 1998), 167

[5] Edward T. Withington, Michael History, (London: Hollan Press, 1964), 168

[6] Charles Michael Stanton, Pendidikan Tinggi Islam, (Jakarta: Logos, 1998), 170

[7] Badri Yatim, Sejarah Peradaban Islam, (Jakarta: Hidakarya Agung, 1996). 96

Share This:

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *