Pendekatan Teknologi dalam Perumusan Tujuan Pembelajaran

Pendekatan Teknologi dalam Perumusan Tujuan Pembelajaran

Pendekatan Teknologi dalam Perumusan Tujuan Pembelajaran

Pendekatan Teknologi dalam Perumusan Tujuan Pembelajaran – Dalam system pembelajaran tujuan adalah suatu arah atau sasaran yang akan dituju. Suatu sasaran harus jelas menggambarkan suatu keadaan jadi tujuan pembelajaran harus dapat menggambarkan dengan jelas tentang bentuk prilaku yang diharapkan dan dimiliki. 

Tujuan belajar adalah sejumlah hasil belajar yang menunjukkan bahwa siswa telah melakukan tugas belajar, yang umumnya meliputi pengetahuan,keterampilan dan sikap-sikap yang baru, yang diharapkan tercapai oleh siswa. tujuan belajar adalah suatu deskripsi mengenai tingkah laku yang diharapkan tercapai oleh siswa setelah berlangsungnya proses belajar. 

Tujuan pembelajaran pada dasarnya merupakan harapan, yaitu apa yang diharapkan dari siswa sebagai hasil belajar. Robett F.Meager member batasan yang lebih jelas tentang tujuan pembelajaran, yaitu maksud yang dikomonikasikan melalui pernyataan yang menggambarkan tentang perubahan yang diharapkan dari siswa. Jadi tujuan merupakan deskrpisi pola-pola prilaku atau performance yang diinginkan dapat didemonstrasikan siswa[2].

Benyamin S. Bloom berpendapat bahwa tujuan pembelajaran dapat diklasifikasikan kedalam tiga domein (disebut pula daerah, aspek, ranah atau matra) yang ia sebut dengan “The taxonomy of education objectives” atau taksonomi tujuan pendidikan yaitu:

a)      Domein kognitif – pengetahuan

b)      Domein afektif – sikap

c)      Domein psikomotorik – keterampilan.[3]

Nasution memberikan rumusan definisi tujuan pembelajaran adalah mengubah tingkah laku sesuai yang diinginkan atau yang ditentukan yang dilakukan denga cara sadar, bersifat continyu, fungsional, positif, aktif permanen, tidak sementara, terarah pada tingkah laku dan kepribadian anak yang menjadi tanggung jawab sekolah yang meliputi aspek kognitif, nilai dan sikap serta keterampilan psikomotorik[4].

Umar hamalik mendeskripsikan tujuan pembelajaran adalah tujuan yang hendak dicapai setelah selesai diselenggarakannya suatu proses pembelajaran misalnya satuan acara pertemuan yang bertitik tolak pada perubahan tingkah laku[5].

Suatu tujuan pembelajaran seyogyanya memenuhi kreteria sebagai berikut:

  1. Tujuan itu menyediakan situasi atau kondisi untuk belajar misalnya dalam situasi bermain peran.
  2. Tujuan mendefinisikan perubahan tingkah laku siswa dalam bentuk dapat diukur dan diamati.
  3. Tujuan menyatakan tingkat minimal perubahan tingkat prilaku yang dikehendaki[6].
  1. Jenis-Jenis (katagori) Tujuan Pembelajaran dalam Pendekatan teknologi

Pendekatan Teknologi dalam Perumusan Tujuan Pembelajaran – Jenis-jenis tujuan pemebelajaran dibagi menjadi dua yakni:

  1. Tujuan pembelajaran umum (TPU)

Tujuan pembelajaran umum adalah pernyataan atau rumusan umum tentang hasil belajar yang diinginkan setelah menyelesaikan program pembelajaran. Tujuan pembelajaran ini selain berfungsi sebagai sesuatu yang akan dicapai juga berfungsi sebagai kreteria untuk mengukur keberhasilan suatu kegiatan pembelajaran.

Soekarwati mengatakan bahwa fungsi dari pembelajaran umum adalah: 

  1. Menunjukkan kedudukan pokok pembahasan tertentu dalam keastuan materi bidang studi
  2. Menyatakan ringkasan tujuan pokok bahasan
  3. Mempunyai pedoman dalam menyusun sasaran belajar / tujuan pembelajaran khusus
  4. Merupakan pedoman untuk menentukan metode pembelajaran[7].
  5. Tujuan Pembelajaran khusus (TPK)

Tujuan pembelajaran khusus merupakan rumusan spesifik dan kongkrit tentang apa yang ingin dicapai oleh peserta didik setelah mengikuti kegiatan pembelajaran tertentu dengan kata lain tujuan pembelajaran khusus merupakan uraian rinci dari pembelajaran umum. Secara kongkrit perumusan tujuan pembelajaran khusus diungkapkan secara tertulis dan diinformasikan kepada peserta didik, sehingga peserta didik dan guru mempunyai pengertian yang sama tentang apa yang tercantum dalam rumusan tersebut[8].

Adapun fungsi dari tujuan pembelajaran khusus adalah:

1)      Memeberikan kreteria yang pasti sehingga kemajuan belajar peserta didik dapat diukur

2)      Memberikan kepastian mengenai kemampuan / keterampilan yang diharapkan peserta didik

3)      Memberikan dasar dalam mengembangkan alat evaluasi untuk mengukur efektifitas pembelajaran.

4)      Memberi petujuk kepada desainer pembelajaran untuk menentukan materi dan strategi pembelajaran[9].

3. Cara Merumuskan Tujuan Pembelajaran

Pendekatan Teknologi dalam Perumusan Tujuan Pembelajaran – Untuk dapat mengembangkan tujuan sehingga menghasilkan rumusan tujuan pemebelajaran yang baik maka perlu memenuhi berbagai macam kriteria dan tolak ukur rumusan tujuan pembelajaran.Hilda Taba mengemukakan tentang tolak ukur rumusan tujuan sebagai berikut: 

a)      pernyataan tujuan harus menggambarkan jenis tingkah laku yang diharapka serta isi atau konteks penerapannya.banyak terjadi rumusan tujuan menggambarkan bentuk prilaku yang diharapkan secara jelas,namun tidak menggambarkan materi yang menjadi isi perencanaan pembelajaran dalam rangka mencapai perubahan perilaku itu secara terurai.

b)      rumusan tujuan yang kompleks perlu dijabarkan sehinga tidak mengaburkan jenis prilaku yang diharapakan. Rumusan yang kompleks menyulitkan dalam mengembangkan tujuan maupun evaluasi. 

c)      rumusan tujuan harus menggambarkan benruk perilaku yang dapat dikembangkan lebih lanjut dalam konteks yang berbeda. 

d)     tujuan pembelajaran harus bersifat realistis sehinnga dapat diwujudkan dalam perencanaan pembelajaran maupun dalam bentuk pengalaman belajar dikelas.tujuan yang tidak realistis tidak dapat diwujudkan dalam perencanaan pembelajaran maupun penglaman belajar dikelas.tujuan semacam itu akan tetap sebagai harapan semata-mata tanpa kenyataan.biasanya rumusan yang dibuat terlalu muluk dan berlebihan sehingga hanya indah dalam pendengaran dan terlalu ideal.

e)      ruang lingkup tujuan harus luas sehinnga dapat menembus berbagai bentuk hasil belajar siswa yang menjadi tanggung jawab sekolah.ruang lingkup tujuan tidak semata-mata mencakup bentuk-bentuk hasil belajar yang dipandang”sangat penting” saja,tapi berbagai bentuk hasil belajar yang menjadi tanggung jawab sekolah harus dapat dicakup dalam rumusan tujuan.oleh karena itu tujuan harus bersifat komprehensif.

Disamping itu untuk menghasilkan rumusan tujuan yang dapat menggambarkan hasil belajar yang diharapkan dapat diperoleh siswa, gronlound memberikan tehnis dan strategi sebagai berikut:

a)      mulai setiap tujuan pembelajaran umum dengan kata kerja (seperti mengetahui, memahmi, menghayati, mengerti, menghargai, mengenal dsb)

b)      nyatakan tentang performance (prilaku/penampilan) siswa dalam setiap tujuan, bukan performance guru.

c)      Setiap tujuan harus menggambarkan hasil belajar dan bukan proses belajar

d)     Setiap tujuan harus menggambarkan tentang terminal behavior bukan tentang materi pembelajaran yang dicakup selama berlangsungnya pembelajaran

e)      Setiap tujuan pada tingkat keumumannya harus secara jelas menunjukkan kepada hasil belajar yang diharapkan sehingga dapat dibatasi oleh bentuk-bentuk prilaku siswa secara spesifik (khusus)[10]. 

4. Materi, Metode, dan Evaluasi Pembelajaran

  1. Materi pembelajaran

Pendekatan Teknologi dalam Perumusan Tujuan Pembelajaran – Isi dari proses pembelajaran tercermin dalam meteri pembelajaran yang dipelajari oleh siswa. Materi pembelajaran itu disusun secara sistematis dengan mengikuti prinsip psikologi. Agar materi pembelajaran itu dapat mencerminkan target yang jelas dari prilaku siswa setelah mengalami proses belajar, maka materi pembelajaran harus mempunyai lingkup (batas-batas) dan urutan yang jelas. Lingkup dan urutan itu dibuat bertolak dari tujuan yang dirumuskan[11].

  1. Metode pembelajaran

Menentukan metode belajar merupakan langkah penting yang dapat menunjang keberhasilan pencapaian tujuan. Untuk melaksanakan proses pembelajaran suatu materi pembelajaran perlu difikirkan metode pembelajaran yang tepat. Metode pembelajaran ini disamping disesuaikan dengan materi dan tujuan pembelajaran, juga ditetapkan dengan melihat kegiatan yang akan dilakukan

Metode pembelajaran sangat beraneka ragam dengan mempertimbangkan apakah suatu metode pembelajaran cocok untuk mengajarkan meteri tertentu tidak adakah metode pembelajaran lain yang lebih sesuai, disini guru dapat memilih metode pembelajaran yang efektif untuk mengantarkan siswa mencapai tujuan.

Metode pembelajaran dapat ditetapkan oleh guru dengan memperhatikan tujuan da materi pembelajaran. Pertimbagan pokok dalam menentukan metode pembelajaran terletak pada kefektifan proses pembelajaran. Tentu saja orentasi kita adalah kepada siswa belajar.

Jadi metode pembelajaran yang digunakan pada dasarnya hanya berfungsi sebagai bimbinga agar siswa belajar.

  1. Evaluasi pembelajaran

Atas dasar pembelajaran berorentasi pada tujuan, maka pelaksanaan evaluasi pembelajaran menempuh tiga fase yang diantaranya adalah: 

  1. Pretest (tes awal)

Pretest ini dilakukan dengan tujuan mengetahui tingkat kemampuan siswa terhadap materi pembelajaran yang akan dipelajari dan jika materi pembelajaran yang bersangkutan sudah dipelajari, guru tidak perlu melaksanakan proses pembelajaran materi pembelajaran tersebut.

  1. Proses

Proses pembelajaran yang dilakukan oleh para guru berpegang pada program kegiatan pembelajaran. 

  1. Post-test

Materi pembelajaran yang diteskan dalam evaluasi sama dengan prestest. 

Kegiatan evaluasi pembelajaran ini dilakukan pada dasarnya merupakan salah satu komponen pengukur derajat keberhasilan pencapaian tujuan dan kefektifan proses pembelajaran yang dilaksanakan. 

 Secara terperinci evaluasi berfungsi untuk:

  1. Mengetahui apakah siswa dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
  2. Mengetahui kondisi belajar yang disiapkan, apakah dapat menyebabkan siswa belajar.
  3. Mengetahui apakah prosedur pembelajaran berlangsung dengan baik.
  4. Mengetahui dimana letak hambatan pencapaian tujuan tertentu.

Maka berdasarkan factor ini yang paling penting dalam melaksanakan kegiatan evaluasi pembelajaran adalah dasar Feedback (umpan balik) dan bukan sekedar berupa angka-angka, umpan baik tersebut sangat penting untuk melakukan kegiatan revisi karena kegiatan pembelajaran itu beralangsung secara kontinyu dan selalu memerlukan penyempurnaan-penyempurnaan dalam rangka pencapaian tujuan pembelajaran yang optimal.

Baik materi pembelajaran, metode, pembelajaran, maupun evaluasi, ternyata mempunyai hubungan dan interaksi, sehingga hal itu bisa dikatakan sebagai sebuah sitem yang terdiri dari beberapa komponen yang saling berhubungan dan tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya.

  1. Pendekatan tehnologi dalam mengembangkan tujuan pembelajaran

Pendekatan Teknologi dalam mengembangkan tujuan pembelajaran dapat dirumuskan sebagai berikut:

a)       Bahwa tujuan utama teknologi dalam tujuan pembelajaran adalah membuat agar suatu pembelajaran lebih efektif, yaitu dengan cara mendesain, melaksanakan dan mengevaluasi secara sistematis berdasarkan teori komunikasi dan belajar tentunya, serta memanfaatkan segala sumber baik yang bersifat manusia maupun non-manusia.

b)       Bahwa fakus utama Teknologi pembelajaran adalah memfasilitasi belajar pada manusia, yakni melalui identifikasi, pengembangan, pengeorgnasiasian dan pemanfaatan secara sistematis seluruh sumber belajar. Disamping itu, melalui pengelolaan yang baik dan tepat terhadap proses daripada pengembangan, pengeorgnasiasian dan pemanfaatan secara sistematis seluruh sumber belajar tersebut.

c)       Bahwa penekanan utama Teknologi Pembelajaran adalah pada penelitian dan aplikasi ilmu prilaku dan teori belajar dengan menggunakan pendekatan sistem untuk melakukan analisis, desain, pengembangan, implementasi, evaluasi dan pengelolaan penggunaan teknologi untuk membantu memecahkan masalah belajar dan kinerja, yaitu dengan memanfaatkan teknologi (soft-technology maupun hard-technology) untuk membantu memecahkan masalah belajar dan kinerja manusia. 

d)       Bahwa tujuan pembelajaran dalam perspektif tehnologis merupakan cara dan seni untuk tercapainya perubahan prilaku bai prilaku yang bisa diamati maupun prilaku yag tidak bisa diamati.

demikian ulasan singkat seputar Pendekatan Teknologi dalam Perumusan Tujuan Pembelajaran, semoga bermanfaat.

DAFTAR PUSTAKA

B, Uno, Hamzah, Model Pembelajaran: Menciptakan proses belajar mengajar yangkreatif dan efektif, Jakarta: Bumi aksara,2007.

Hakim, Lukmanul, perencanaan pembelajaran, Bandung: CV Wanaprima,2008.

Jamil, Muhammad, Reformolasi rancangan pembelajaran pendidikan agama islam, Jakarta: nur insani,2003.

Nashar, Peranan motivasi dan kemampun awal dalam kegiatan pembelajaran, Delia press, 2004.

Nasution, Asas-asas kurikulum, Bandung: Jemmars,1990.

Oemar hamalik, Kurikulum dan pembelajaran, Jakarta: Bumi aksara,1995.

Sumiati dan asra, Metode pembelajaran, Bandung: CV Wacana Prima,2008.

[1] Lukmanul hakim, perencanaan pembelajaran, (Bandung: CV Wanaprima,2008).,hlm.90.

[2] Sumiati dan asra, Metode pembelajaran, (Bandung: CV Wacana Prima,2008).,hlm.10.

[3] Lukmanul Hakim,Perencanaan Pembelajaran,hlm.100.

[4] Nasution, Asas-asas kurikulum, (Bandung: Jemmars,1990).,hlm.62

[5] Oemar hamalik, Kurikulum dan pembelajaran, (Jakarta: Bumi aksara,1995).hlm.6.

[6] Nashar, Peranan motivasi dan kemampun awal dalam kegiatan pembelajaran, (Delia press, 2004).hlm.55.

[7] Hamzah.B, Uno, Model Pembelajaran: Menciptakan proses belajar mengajar yangkreatif dan efektif (Jakarta: Bumi aksara,2007).hlm.89.

[8]Muhammad jamil, Reformolasi rancangan pembelajaran pendidikan agama islam, (Jakarta: nur insani,2003).hlm.112.

[9] Ibid.,hlm.129.

[10]Lukmanul hakim, perencanaan pembelajaran, hlm.113.

[11] Sumiati dan asra, Metode pembelajaran, hlm.11

Share This:

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *