Sistem Pendidikan Formal di Indonesia

Sistem Pendidikan Formal di Indonesia

Pendidikan Formal

Sistem Pendidikan Formal di Indonesia – Pendidikan adalah usaha manusia dalam meningkatkan pengetahuan tentang alam sekitarnya. Pendidikan diawali dengan proses belajar untuk mengetahui suatu hal kemudian mengolah informasi tersebut untuk diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam arti sempit menurut Mc Leod  pendidikan berarti perbuatan atau proses untuk memperoleh pengetahuan. Dalam pengertian agak luas, pendidikan dapat diartikan sebagai sebuah proses dengan metode-metode tertentu sehingga orang memperoleh pengetahuan, pemahaman, dan cara bertingkah laku yang sesuai dengan kebutuhan[1].

Peranan lingkungan sangat berpengaruh atau mempunyai hubungan yang sangat erat dengan kemajuan dan prestasi pendidikan. Hal ini dikarenakan setiap individu yang terlibat dalam proses pendidikan saling berinteraksi menjadi satu kesatuan dengan lingkungannya. Lingkungan pendidikan itu sendiri dapat dibedakan menjadi 3 macam, yaitu[2] :
1. Pendidkan Formal
2. Pendidikan Informal
3. Pendidikan Non Formal

Akan tetapi disini pemakalah hanya membahas sebatas pendidikan yang formal dan informal saja Dalam Undang – Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 tahun 2003 Bab I Pasal 11 dijelaskan bahwasannya pendidikan formal adalah jalur pendidikan yang terstuktur dan berjenjang yang terdiri atas pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi[3].Pendidikan formal (PF) yang mana  sering disebut pendidikan persekolahan,yakni berupa rangkaian jenjang pendidikan yang telah baku. Mulai dari SD sampai Perguruan Tinggi.[4]

Pada jalur pendidikan formal pendidikan dasar berbentuk Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah serta Sekolah Menengah Pertama dan Madrasah Tsanawiyah. Jenjang pendidikan menengah berbentuk Sekolah Menengah Atas , Madrasah Aliyah, Sekolah Menengah Kejuruan dan Madrasah Aliyah Kejuruan. Sedangkan pendidikan tinggi berbentuk akademi, politeknik, sekolah tinggi, institut dan universitas.

karakteristik sistem  pendidikan formal di indonesia

adapun karakteristik Sistem Pendidikan Formal di Indonesia adalah (a) lebih menekankan pengembangan intelektual; (b) peserta didik bersifat homogen; (c) isi pendidikan terprogram secara formal/kurikulumnya tertulis; (d) terstruktur, berjenjang dan bersinambungan; (e) waktu pendidikan terjadwal dan relatif lama; (f) cara pelaksanaan pendidikan bersifat formal (g) evaluasi pendidikan dilaksanakan secara sistematis; (h) credential harus ada dan penting[5].

Pada hakikatnya Pendidikan formal merupakan bagian dari pendidikan nasional yang bertujuan untuk membentuk manusia Indonesia seutuhnya sesuai dengan fitrahnya, yaitu pribadi yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, demokratis, menjunjung tinggi hak asasi manusia, menguasai ilmu pengetahuan, teknologi dan seni, memiliki kesehatan jasmani dan rohani, memiliki keterampilan hidup yang berharkat dan bermartabat, memiliki kepribadian yang mantap, mandiri, dan kreatif, serta memiliki tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan yang mampu mewujudkan kehidupan bangsa yang cerdas dan berdaya saing di era global. Adapun tujuan pendidikan formal Pendidikan formal atau sekolah mempunyai tujuan pendidikan sesuai dengan jenjang bentuk dan jenisnya. Tujuan sekolah dapat ditemukan pada kurikulum sekolah yang bersangkutan. Tujuan sekolah umumnya adalah memberikan bekal kemampuan kepada peserta didik dalam mengembangkan kehidupannya[6] adapun dalam pendidikan formal terdapat standarisasi pendidikan dalam  UU Standarisasi No.19 Tahun 2005 menetapkan standar minimal penyelenggaraan pendidikan dalam 8 kategori yaitu, standar isi, proses, kompetensi lulusan, pendidik dan tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan dan penilaian pendidikan.

Semua sistem pendidikan memiliki kelebihan dan kekurangan. Satu sistem sesuai untuk kondisi tertentu dan sistem yang lain lebih sesuai untuk kondisi yang berbeda. Daripada mencari sistem yang super, lebih baik mencari sistem yang sesuai dengan kebutuhan anak-anak dan kondisi kita. Sistem pendidikan anak melalui sekolah memang umum dan sudah dipraktekkan selama bertahun-tahun lamanya. Saat ini, pendidikan melalui sekolah menjadi pilihan hampir seluruh masyarakat

Menurut pemakalah Sistem pendidikan yang telah berlangsung saat ini  masih cenderung mengeksploitasi, masih bersifat kaku dan kurang menghargai kecerdasan anak yang terbagi menjadi berbagai tipe, indikator yang digunakanpun cenderung menggunakan indikator kepintaran. Hal ini diungkapkannya dengan sebuah kalimat: “Orang tua lebih bangga ketika anaknya cerdas matematika ketimbang cerdas sepak bola”. . Selain itu setiap anak pada dasarnya adalah cerdas, hanya saja tipe kecerdasannya berbeda-beda dan seharusnya pendidik dapat menghargai itu.Terutama pendidikan formal yang ada sekarang. Sistem pendidikan harus lebih ditunjukan agar terjadi keseimbangan terhadap ketersediaan sumber daya alam serta kepentingan – kepentingan ekonomi dengan tidak meninggalkan sistem sosial dan budaya yang telah dimiliki oleh bangsa indonesia.

Mungkin itu sedikit pemaparan tentang Sistem Pendidikan Formal di Indonesia, semoga bermanfaat.

baca: sistem pendidikan informal di indonesia

[1] Muhibbin Syah,  Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru ( Bandung : Remaja Rosdakarya, 2008) , 10

[2] Ely Manizar, Psikologi Pendidikan  (Palembang : Rafah Press.2009)  8

[3] Dinn Wahyudin,  Pengantar Pendidikan (Jakarta : Universitas Terbuka, 2007)  3.9

[4] Mohammad Joko Susilo, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (Yogyakarta: Pustaka Pelajar,2008) 47

[5] Dinn Wahyudin,  Pengantar Pendidikan 3.11

[6] Ibid ; 3.9

Share This:

Comments
  1. Kamelia
    • admin _brow

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *