Rukun Shalat dan Bacaannya Menurut NU (Lengkap!)

Rukun Shalat dan Bacaannya Menurut NU – Para muslimin dan muslimat yang saya hormati. kali ini saya akan menjelaskan rukun sholat dan bacaannya mengingat banyaknya permintaan yang menginginkan penjelasan terkait dengan rukun shalat beserta bacaannya. Karena banyaknya informasi yang tersebar di internet. Namun itu membuat bingung orang awam yang belajar langsung di internet.

Pada pemaparan kali ini kami akan menjelaskan tentang rukun shalat dan bacaannya. Namun sebelum menjelaskan rukun-rukun Sholat Tersebut, perlu sekiranya anda paham “rukun” itu sendiri. Saya kutip dari Mustafa al-Khin dan Musthafa al-Bugha, Al-Fiqh al-Manhaji ‘ala Madzhab al-Imâm al-Syâfi’i (Surabaya: Al-Fithrah, 2000), juz I, hal. 129, menjelaskan makna rukun sebagai berikut:

Rukun Shalat dan Bacaannya

معني الركن: ركن الشيء ما كان جزءاً أساسياً منه، كالجدار من الغرفة، فأجزاء الصلاة إذا أركانها كالركوع والسجود ونحوهما. ولا يتكامل وجود الصلاة ولا تتوفر صحتها إلا بأن يتكامل فيها جميع أجزائها بالشكل والترتيب الواردين عن رسول الله – صلى الله عليه وسلم

“Makna rukun. Rukun sesuatu ialah bagian mendasar dari sesuatu tersebut, seperti tembok bagi bangunan. Maka bagian-bagian shalat adalah rukun-rukunnya seperti ruku’ dan sujud. Tidak akan sempurna keberadaan shalat dan tidak akan menjadi sah kecuali apabila semua bagian shalat tertunaikan dengan bentuk dan urutan yang sesuai sebagaimana telah dipraktekkan oleh Nabi SAW”

Secara singkat bisa diartikan bahwa rukun shalat adalah bagian penyusun dari shalat. yang mana jika salah satu rukun shalat ini tidak dikerjakan maka shalat tersebut tidak sah. Maka dari itu, anda harus mengetahui rukun shalat ini. Apalagi jika anda adalah warga NU. Pastinya anda mengikuti pendapat atau rujukan dari para kyai NU.

Beberapa Versi Rukun Shalat dan Bacaannya

Karena terdapat beberapa macam versi tentang berapa rukun shalat. Namun demikian, perbedaan versi tersebut tidaklah bersifat substansial, hanya persoalan teknis belaka, seperti mislanya ada ahli fiqih yang menyebutkan rukun Thuma’ninah (“tak bergerak sejenak/Tenang”) hanya sekali saja, dan ada yang menyebutkannya secara terpisah-pisah. dan Juga ada di antaranya yang menyatakan bahwa niat keluar dari shalat merupakan rukun, namun ada juga yang menyatakan bahwa hal tersebut secara otomatis termaksudkan dalam rukun salam pertama.

18 Rukun Shalat

Di antara yang secara sangat terperinci menyebutkan rukun shalat ialah penjelasan Imam Abu Suja’ dalam Matan al-Ghâyah wa Taqrîb (Surabaya: Al-Hidayah, 2000), hal. 9:

“فصل” وأركان الصلاة ثمانية عشر ركنا النية والقيام مع القدرة وتكبيرة الإحرام وقراءة الفاتحة وبسم الله الرحمن الرحيم آية منها والركوع والطمأنينة فيه والرفع واعتدال والطمأنينة فيه والسجود والطمأنينة فيه والجلوس بين السجدتين والطمأنينة فيه والجلوس الأخير والتشهد فيه والصلاة على النبي صلى الله عليه وسلم فيه والتسليمة الأولى ونية الخروج من الصلاة وترتيب الأركان على ما ذكرناه

“Pasal, Rukun-rukun shalat ada 18, yakni:

1. Niat (Sesuai Waktu Shalat) Sebagai Contoh Niat shalat Dhuhur

اُصَلّى فَرْضَ الظُّهْرِاَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

USHOLLII FARDHODL DHUHRI ARBA’A RAKA’AATIM MUSTAQBILAL QIBLATI ADAA-AN MA’MUUMAN LILLAAHI TA’AALA.
Artinya :
Aku berniat shalat fardu Dhuhur empat raka’at menghadap kiblat sebagai ma’mum karena Allah Ta’ala

2. Berdiri bagi yang mampu

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

صَلِّ قَائِمًا ، فَإِنْ لَمْ تَسْتَطِعْ فَقَاعِدًا ، فَإِنْ لَمْ تَسْتَطِعْ فَعَلَى جَنْبٍ

“Shalatlah dalam keadaan berdiri. Jika tidak mampu, kerjakanlah dalam keadaan duduk. Jika tidak mampu lagi, maka kerjakanlah dengan tidur menyamping.”

3. Takbiratul ihrâm,

Yang dimaksud dengan rukun shalat adalah ucapan takbir “Allahu Akbar”. Ucapan takbir ini tidak bisa digantikan dengan ucapakan selainnya walaupun semakna.

4. Membaca surat al-Fatihah; dimana Bismillâhirrahmânirrahîm merupakan ayat pertama

Rukun Shalat dan Bacaannya Menurut NU

 

5. Ruku’,

Rukun Shalat dan Bacaannya

 

 

6. Thuma’ninah
7. Bangun dari ruku’ dan I’tidal
Rukun Shalat
8. Thuma’ninah,
9. Sujud
Rukun Sholat dan Bacaannya Menurut NU
10. Thuma’ninah
11. Duduk diantara dua sujud
Rukun Shalat dan Bacaannya
12. Thuma’ninah
13. Duduk untuk tasyahhud akhir
14. Membaca tasyahhud akhir
Rukun Sholat dan Bacaannya
15. Membaca shalawat pada Nabi SAW saat tasyahhud akhir
Macam -Macam Rukun Shalat dan Bacaannya
16. Salam pertama
Rukun Shalat dan Bacaannya
17. Niat keluar dari shalat
18. Tertib; yakni mengurutkan rukun-rukun sesuai apa yang telah dituturkan”

Demikian penjelasan tentang rukun shalat dan Bacaannya Menurut NU, semoga kita senantiasa bisa istiqamah melaksanakan shalat sesuai apa yang telah ditauladankan oleh Nabi Muhammad SAW, dan dilaksanakan tepat waktu. Wallahu a’lam bi shawab.

Nitip: https://ladies-v.com/ladies-v-jakarta-pusat/

Pencarian Terkait Rukun Shalat dan Bacaannya
  • pengertian rukun shalat
  • rukun shalat dan bacaannya
  • rukun shalat ada 17
  • rukun shalat ada 18
  • rukun shalat rumaysho
  • penjelasan rukun shalat
  • 14 rukun shalat
  • 12 rukun shalat

Rukun Shalat dan Bacaannya Menurut NU (Lengkap!) | admin _brow | 4.5