√ Asumsi Dasar Proses Keilmuan Manusia (Rasionalisme dan Empirisme)

Asumsi dasar proses keilmuan manusia baik dengan pandangan rasionalisme maupun empirisme. Terjadinya sebuah ilmu pengetahuan tas lepas dari asumsi dari setiap objek pengamatan. Agar anda lebih dapat mendalami terkait asumsi dasar ini, dan agar tidak lama – lama dalam pembahasan pengantar maka perhatikan ulasan kami berikut ini,

Asumsi Dasar Proses Keilmuan Manusia

Ada dua kajian dalam pemahasan kali ini, yaitu melalui pandangan Rasionalisme dan empirisme. Berikut kajian lengkapnya;

1. Rasionalisme dan keilmuan

asumsi dasar proses keilmuan manusia
asumsi dasar proses keilmuan manusia

Asumsi Dasar Proses Keilmuan – Secara etimologis Rasionalisme berasal dari kata bahasaInggrisrationalism. Kata ini berakar dari kata bahasa Latin ratio yang berarti “akal”.A.R.Lacey menambahkan bahwa berdasarkan akar katanya Rasionalisme adalah sebuah pandangan yang berpegangan bahwa akal merupakan sumber bagi pengetahuan dan pembenaran[1].

Sedangkan secara terminologis ialah paham yang mengatakan bahwa akal adalah alat pencari dan pengukur pengetahuan.Pengetahuan dicari dengan akal ,temuannya diukur dengan akal pula[2].

Baca Selengkapnya√ Asumsi Dasar Proses Keilmuan Manusia (Rasionalisme dan Empirisme)

Masyarakat Kosmopolitan Muslim dan Pusat Keilmuan

Masyarakat Kosmopolitan Muslim dan Pusat Keilmuan – Kata kosmopolitan berasal dari bahasa Inggris, yakni “cosmopolitan” yang berarti internasional, tersebar ke seluruh penjuru dunia.[2] Sedangkan dalam Kamus Umum Baku Bahasa Indonesia, kosmopolitan adalah kota dunia.[3] Dari dua buah pengertian tersebut diatas, penulis dapat mengambil kesimpulan bahwa masyarakat kosmopolitan muslim adalah sekumpulan masyarakat muslim yang tersebar ke … Baca Selengkapnya Masyarakat Kosmopolitan Muslim dan Pusat Keilmuan