√ Makna Ummi Bagi Rasulullah SAW

Makna Ummi Bagi Rasulullah SAW
Makna Ummi Bagi Rasulullah SAW

A. Arti Ummi secara Bahasa dan Istilah

Makna Ummi Bagi Rasulullah SAW – Dari sisi bahasa, kata ummi ini mempunyai banyak arti. Hal ini dapat kita lihat ketika Allah mengungkapkan kata ummi dalam al-Qur’a>n. Dalam al-Qur’a>n, kata ummi ini tidak hanya ditujukan kepada Nabi Muhammad SAW saja, tetapi juga kepada masyarakat Arab, dan kaum Yahudi.

Kata Ummi, jamaknya ummiyyun (ummiyyin) artinya orang yang buta huruf, tiada tahu tulis baca.[1]

Baca Selengkapnya

√ Sejarah Tasawuf Falsafi, Kajian Kritis Lengkap!

A. Pengertian Tasawuf Falsafi sejarah tasawuf falsafi – Lafazh tasawuf merupakan masdar Bahasa Arab dari fi’il (kata kerja) تَصَوَّفَ- يَتَصَوَّفُ menjadi تَصَوُّفًا yang artinya berpindah.[1] Ada juga yang mengatakan kata taswuf itu berasal dari pakaian orang sufi yaitu wol yaitu yang biasa disebut suf.[2] Dan kain tersebut sangat digemari oleh para sufi yang menjadi symbol … Baca Selengkapnya

√ Sejarah Tasawuf Amali, Kajian Sufisme Lengkap!

Tasawuf amali sebenarnya merupakan kelanjutan dari Tasawuf akhlaki karena seseorang tidak dapat dekat dengan Allah hanya dengan amalan yang ia kerjakan sebelum ia membersihkan jiwanya.[6] Jiwa yang bersih merupakan syarat utama untuk dapat kembali kepada Allah karena Dia adalah Dzat yang Maha bersih dan Maha suci, dan Allah menyukai orang yang bersih serta orang yang … Baca Selengkapnya

√ Sejarah Periwayatan Hadist Secara Resmi, Lengkap!

Periwayatan Hadist Secara Resmi – Proses memperoleh dan menyampaikan hadis Nabi pada zaman Nabi dan  zaman sahabat tidaklah sama. Demikiana pula proses memperoleh dan menyampaikan hadis Nabi pada zaman sesudah sahabat.  Periwayatan Zaman nabi Sahabat dalam mendapatkan hadis Nabi sangatlah antusias. Kegigihan mendapatkan hadis Nabi terlihat seperti yang dilakukan Umar ra dengan tetangga ansharnya. Ditengah-tengah … Baca Selengkapnya

√ AL-JARH WA AL-TA’DIL HADIST, Kajian Lengkap Ilmu Hadist!

A. Definisi Al-Jarh wa al-Ta’dil hadist Al-Jarh wa al-Ta’dil hadist dapat didefinisikan Al-jarh secara bahasa diambil dari isim masdar, berarti luka yang mengalir darah atau cacat. Atau sesuatu yang dapat menyebabkan seseorang gugur ke kedhalalahhannya, Diambil dari kata jaraha – yajrahu – [2]jarhu, kalangan ahli bahasa arab membedakan konotasi dari bentuk masdar : al-jurhu (huruf … Baca Selengkapnya

√ Ulama’ dalam Sistem Pendidikan Islam di Indonesia, Lengkap!

Ulama' dalam Sistem Pendidikan Islam di Indonesia
Ulama’ dalam Sistem Pendidikan Islam di Indonesia
  1. Pendahuluan

1. Pengertian Profesionalisasi

Ulama’ dalam Sistem Pendidikan Islam di Indonesia – Istilah profesionalisme adalah suatu pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memerlukan keahlian, atau kecakapan yang memenuhi satndart mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi[4].

2. Pengertian ulama

Kata ulama adalah berasal dari kata Jama’-A’lima yang mempunyai arti seseorang yang memiliki ilmu yang mendalam, luas dan mantap[5]. Dalam alqur’an terdapat dua kata ulama yaitu pada surat Fatir:28[6] dan surat Asy Syu’ara:197[7]. Nabi Muhammad SAW memberikan rumusan tentang ulama itu sendiri yaitu bahwa ulama adalah hamba Allah yang berakhlak Qur’ani yang menjadi “warotsatul ambiya[8]”, “qudwah[9] kholifah sebagai pengemban amanah Allah SAW, penerang bumi, pemelihara kemaslahatan dan kelestarian hidup manusia.

Baca Selengkapnya

Metode Penelitian Hadist, Lengkap!

Metode Penelitian Hadist
Metode Penelitian Hadist

metode penelitian hadist

A. Tahap –tahap penelitian hadist

I. Melakukan Takhrij

Secara etimologi kata takhrij berasal dari kata kharraja yang berarti al-zuhur yang (tampak) al-istinbath (mengelurkan) al taujih (menerangkan) at-tadrib (meneliti) sedangkan menurut terminologi takhrij hadis adalah menunjukkan atau pencarian tempat hadis pada sumber-sumbernya yang asli dengan mengemukakan matn serta sanadnya secara lengkap untuk kemudian diteliti kualitas hadisnya.[4]

Metode Takhrij hadis ada dua macam : pertama Takhrijul hadis bil- lafz yakni berdasarkan lafal, yang kedua takhrijul hadis bil Maudu yakni berdasarkan topik.[5]

Baca Selengkapnya

Jasa Optimasi Website