Lompat ke konten
Home » Kebudayaan

Kebudayaan

√ Hubungan Teori Belajar Konstruktivisme dengan Kurikulum

Pengertian Kurikulum

Hubungan Teori Belajar Konstruktivisme dengan Kurikulum – Kurikulum merupakan istilah yang sudah tidak asing lagi yang telah dikenal dalam dunia pendidikan. Secara etimologis, kurikulum berasal dari bahasa Yunani, yaitu curir yang artinya pelari dan curere yang berarti tempat berpacu. Jadi istilah kurikulum berasal dari dunia olehraga pada zaman Romawi kuno yang mengandung pengertian suatu jarak yang harus ditempuh oleh pelari dari garis start sampai garis finish.[1]

Ada juga pendapat yang menyatakan bahwa kata “kurikulum” berasal dari bahasa latin, a little racecourse (suatu jarak yang ditempuh dalam pertandingan olahraga), yang kemudian dialihkan kedalam pengertian pendidikan menjadi circle of instruction yaitu suatu lingkaran pengajaran, dimana guru dan murid terlibat didalamnya.[2]

Hubungan Teori Belajar Konstruktivisme dengan Kurikulum
Teori Belajar Konstruktivisme

Selengkapnya »√ Hubungan Teori Belajar Konstruktivisme dengan Kurikulum

√ Karakteristik Pendidikan Persaudaraan Sufi, Lengkap!

Karakteristik Pendidikan Persaudaraan Sufi. Institusi pendidikan para sufi sebenarnya telah ditemukan di masa-masa awal abad Islam dalam bentuk semacam madrasah. Hal ini terbukti dengan ditemukannya madrasah Hasan al-Bashri di Bashrah, di bawah asuhan Hasan al-Bashri yang lahir pada tahun 21 H/632 M. Kemudian muncul pula madrasah Tasawwuf di Madinah di bawah asuhan Sa’id bin Musayyab (13-94 H). Lalu di Kufah muncul madrasah Sufyan al-Thaury (97-161 H). Hal ini menunjukkan bahwa sesungguhnya institusi pendidikan sufi telah ada sejak masa sesudah sahabat dan pertengahan masa tabi’in. Pada masa-masa berikutnya muncul pula tokoh-tokoh sufi ternama misalnya, Sirr al-Saqathy (w. 253 H), Ma’ruf al-Kurkhi (w. 201 H), Harits al-Muhasibi (w. 243 H), Dzu al-Nun al-Mishry (w. 240 H), Abu Yazid al-Basthami (w. 261 H).Selengkapnya »√ Karakteristik Pendidikan Persaudaraan Sufi, Lengkap!

√ AL-AZHAR ; Masjid dan Pusat Pendidikan Tinggi Islam

A. Sejarah berdirinya al-Azhar

Setelah Dinasti Fatimiyyah menguasai Mesir, maka keinginan untuk menancapkan kekuasaanya dan menyebarkan madhabnya menjadi keinginan pertamanya. Apalagi masyarakat muslim Mesir saat itu adalah Muslim Sunni, sedang Dinasti Fatimiyyah bermadhab Syi’ah Ismailiyyah. Maka perlu suatu pusat dakwah untuk tujuan politiknya tersebut. Maka perlu didirikan pusat-pusat pendidikan , yang disitu akan berkumpul banyak orang dan berguna untuk menyelenggarakan ta’lim menyebarkan ilmu. Kemudian menentukan para syeh untuk tinggal disitu dan mengajarkan ilmu,membimbing mereka, maka didirikanlah Jami’ al-Azhar.[1]Selengkapnya »√ AL-AZHAR ; Masjid dan Pusat Pendidikan Tinggi Islam

√ Kurikulum Berwawasan Gender, Kajian Lengkap!

Pengertian kurikulum yang Berwawasan Gender

Kurikulum Berwawasan gender – Kurikulum merupakan program untuk melaksanakan perspektif gender dalam pendidikan. Menurut Elliot sebagaimana dikutip oleh Susilaningsih menyatakan bahwa kurikulum sesungguhnya menggambarkan dan mencerminkan sikap dan pandangan yang ada di kelas, lembaga pendidikan, masyarakat, dan negara mengenai isu-isu tertentu.[3] Oleh karena itu kurikulum menggambarkan tujuan pendidikan yang ditetapkan berdasarkan kehendak manusia yang membuat kurikulum. Kehendak manusia siapapun dan dimanapun pada dasarnya menghendaki terwujudnya masyarakat yang adil, tanpa diskriminasi dan subordinasi terhadap salah satu jenis kelamin. Selengkapnya »√ Kurikulum Berwawasan Gender, Kajian Lengkap!

√ Tipologi Tarekat, Kajian Komprehensif!

Tipologi Tarekat
Tipologi Tarekat

A. Pengertian Tarekat

Tarekat berasal dari bahasa Arab, ‘thariqah’, jamaknya ‘tara’iq’, secara etimologi berarti (1) jalan, cara (al-kaifiyyah); (2) metode, sistem (al-uslub); (3) madzhab, aliran, haluan (al-madzhab); (4) keadaan (al-halah); (5) pohon kurma yang tinggi (an-nakhlah ath-thawilah); (6) tiang tempat berteduh, tongkat payung (‘amud al-mizallah); (7) yang mulia, terkemuka dari kaum (syarif al-qaum); dan (8) goresan/garis pada sesuatu (al-khathth fi asy-syay’).. [1] Baca juga: Pemikiran Tasawuf Hamka.

Tarekat adalah jalan yang ditempuh para sufi, dan dapat digambarSelengkapnya »√ Tipologi Tarekat, Kajian Komprehensif!