Kedudukan Kurikulum Dalam Pendidikan

kedudukan kurikulum dalam pendidikan – Kurikulum memegang peranan yang sangat penting dalam dunia pendidikan. Kurikulum dianggap sebagai ruh dan proses pembelajaran dianggap sebagai tubuh. Kurikulum mempunyai kedudukan yang sangat sentral dalam proses pendidikan, bahkan kurikulum menjadi tempat kembali seluruh kebijakan-kebijakan pendidikan yang dilakukan oleh pihak menejemen sekolah atau pemerintah.

[1]

kedudukan kurikulum dalam pendidikanKedudukan kurikulum dalam kegiatan administratif sekolah memegang peranan yang sangat penting strategis. Akan tetapi, kurikulum tidak akan memberikan imbas apapun ketika tidak direalisasikan dengan tatalaksana yang baik, tepat, dan cermat di sekolah.[2] Baik disini,pengertiannya adalah adanya pengorganisasian yang tertata rapi serta pelaksanaan kurikulum benar-benar dilaksanakan dan dihayati oleh seluruh warga sekolah. Istilah tepat merujuk pada tepat sasaran. Aplikasi kurikulum haruslah sesuai dengan keadaan latar belakang kemampuan peserta didik. Cermat mengandung arti adanya ketelitain dalam pelaksaan kurikulum serta adanya evaluasi kurikulum.

Kurikulum memiliki peran yang sangat penting dalam interaksi pendidikan formal. Kurikulum menjadikan segala sesuatu yang disampaikan oleh pendidik menjadi lebih berencana, sistematis, dan lebih disadari.Tidak kalah penting, kurikulum juga berfungsi sebagai pedoman dan pegangan segala proses pendidikan. Sebagai pedoman, Kurikulum memiliki empat komponen utama, yakni tujuan, bahan ajar, metode-alat, dan penilaian.[3]

Secara umum fungsi kurikulum adalah sebagai alat untuk membantu peserta didik mengembangkan pribadinya ke arah tujuan pendidikan. Kurikulum merupakan aspek yang  mempengaruhi peserta didik di sekolah, termasuk guru dan sarana serta prasarana lainnya. Kurikulum sebagai program  belajar  bagi  siswa, disusun secara sistematis dan logis. Kurikulum diberikan oleh sekolah untuk mencapai tujuan pendidikan. Sebagai program belajar, kurikulum adalah niat, rencana dan harapan.[4]

Menurut Alexander Inglis, fungsi kurikulum dalam pendidikan meliputi:

  1. Fungsi penyesuaian (The adjustive of adaptive function), maksudnya fungsi kurikulum sebagai alat pendidikan menuju individu yang bisa menyesuaikan dengan baik. individu hidup  dalam  lingkungan, sedangkan lingkungan tersebut senantiasa  berubah  dan  dinamis,  maka  setiap  individu  harus mampu  menyesuaikan  diri  secara
  2. Fungsi integrasi (The integrating function), kurikulum berfungsi mendidik  pribadi-pribadi  yang  Oleh  karena  individu  itu  sendiri  merupakan  bagian  integral  dari  masyarakat, maka pribadi  yang  terintegrasi  itu  akan  memberikan  sumbangan  dalam  rangka pembentukan atau pengintegrasian masyarakat.
  3. Fungsi deferensiasi (The differentiating function), kurikulum perlu  memberikan  pelayanan terhadap perbedaan-perbedaan perorangan dalam  Pada  dasarnya deferensiasi akan mendorong orang berpikir kritis dankreatif, dan ini akan mendorong kemajuan sosial dalam masyarakat.
  4. Fungsi persiapan (The prapaedetic function), kurikulum berfungsi mempersiapkan  siswa agar mampu melanjutkan studi lebih lanjut untuk  jangkauan yang lebih jauh  atau terjun ke masyarakat. Mempersiapkan kemampuan sangat perlu, karena sekolah tidak mungkin memberikan semua apa yang diperlukan atau semua apa yang menarik minat mereka.
  5. Fungsi pemilihan (The selective function), antara keberbedaan dan pemilihan mempunyai hubungan yang erat. Keberbedaan memberikan kesempatan banyak memilih. Pengakuan atas perbedaan berarti pula diberikan  kesempatan bagi seseorang untuk memilih apa yang dinginkan dan menarik minatnya. Ini merupakan kebutuhan yang sangat ideal bagi masyarakat yang  demokratis,  sehingga kurikulum perlu diprogram secara fleksibel.
  6. Fungsi diagnosa (The diagnostic function), salah satu segi pelayanan pendidikan adalah  membantu  dan mengarahkan para siswa agar  mereka mampu memahami  dan menerima dirinya sehingga dapat mengembangkan semua potensi yang  Ini dapat dilakukan bila mereka menyadari semua kelemahan dan kekuatan yang  dimiliki melalui eksplorasi dan prognosa. Fungsi kurikulum dalam mendiagnosa dan  membimbing siswa agar dapat mengembangkan potensi siswa secara optimal.[5]

Kurikulum memegang peran penting dalam pendidikan. Berikut adalah beberapa peranan kurikulum yang bisa berimbas langsung pada proses dan hasil belajar.[6]

peranan dan kedudukan kurikulum dalam pendidikan

  • Peran konservatif, artinya kurikulum bertugas menyimpan dan mewariskan nilai-nilai luhur budaya. Dengan demikian, sekolah sebagai suatu lembaga sosial dapat mempengaruhi dan membina tingkah laku para siswa dengan nilai-nilai sosial yang ada dalam masyarakat, sejalan dengan peranan  pendidikan  sebagai  suatu  proses  [7]
  • Peran kreatif, kurikulum harus bisa memberikan dorongan kepada siswa agar berkembang daya kreatifnya. Kurikulum juga membantu setiap individu mengembangkan  semua  potensi  yang  ada  padanya,  maka  kurikulum menciptakan  pelajaran,  pengalaman,  cara  berpikir,  kemampuan  dan  keterampilan yang baru yang dapat bermanfaat bagi masyarakat.
  • Peran kritis dan evaluatif, artinya kurikulum berperan sebagai alat untuk menilai dan sekaligus memperbaiki masyarakat. Niali-nilai sosial yang tidak sesuai lagi dengan keadaan masa mendatang dihilangkan dan diadakan modifikasi dan perbaikan, sehingga kurikulum perlu mengadakan pilihan yang tepat atas dasar kriteria tertentu.

mungkin kedudukan kurikulum dalam pendidikan penting dijadikan sebagai pedoman, terimakasih atas kunjungannya. tetap dengan jasa makalah dan temukan artikel yang lain

[1]Hasibuan, Kurikulum, 20.

[2]B Suryosubroto, Tatalaksana Kurikulum (Jakarta: Rineka Cipta), Pendahuluan.

[3]Sukmadinata, Pengembangan, 3

[4]Kartikasari Pengertian, 4

[5]Anam, Pengembangan, 6-7.

[6]Ibid; 7

[7]Kartikasari Pengertian, 2

Share This:

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *