Keistimewaan Ali Bin Abi Thalib Sebelum Menjadi Khalifah, Lengkap!

Keistimewaan Ali Bin Abi Thalib sebelum menjadi khalifah
Keistimewaan Ali Bin Abi Thalib sebelum menjadi khalifah
Beliau adalah Ali putra Abi Tholib ibn Abdul Muththolib ibn Hasyim. Ayahnya adalah paman Nabi Muhammad SAW. Sedangkan ibunya adalah Fatimah bint Asad ibn Hasyim, kakek Nabi Muhammad.[1]Ali dilahirkan di Mekkah, daerah Hijaz, Jazirah Arab, pada tanggal 13 Rajab. Menurut sejarawan, Ali dilahirkan 10 tahun sebelum dimulainya kenabian Muhammad, sekitar tahun 599 Masehi atau 600 (perkiraan).
Muslim Syi’ah percaya bahwa Ali dilahirkan di dalam Ka’bah. Usia Ali terhadap Nabi Muhammadmasih diperselisihkan hingga kini, sebagian riwayat menyebut berbeda 25 tahun, ada yang berbeda 27 tahun, ada yang 30 tahun bahkan 32 tahun. Beliau bernama asli Haydar bin Abu Thalib, paman Nabi Muhammad SAW. Haydar yang berarti Singa adalah harapan keluarga Abu Thalibuntuk mempunyai penerus yang dapat menjadi tokoh pemberani dan disegani di antara kalangan Quraisy Mekkah. Setelah Nabi Muhammad mengetahui sepupunya lahir dan diberi nama Haydar, kemudian Nabi memanggilnya dengan sebutan Ali yang berarti tinggi (derajat disisi Allah).[2]

Keistimewaan Ali Bin Abi Thalib sebelum menjadi khalifah

Kelahiran Ali bin Abi Thalib banyak memberi hiburan bagi Rasulullah SAW karena beliau tidak punya anak laki-laki. Uzur dan faqir nya keluarga Abu Thalib memberi kesempatan bagi Rasulullah SAW bersama istri beliau Khadijah untuk mengasuh Ali dan menjadikannya putra angkat. Hal ini sekaligus untuk membalas jasa kepada Abu Thalib yang telah mengasuh Nabi sejak beliau kecil hingga dewasa, sehingga sedari kecil Ali sudah bersama dengan Muhammad. Ketika Rasulullah SAW menerima wahyu, riwayat-riwayat lama seperti Ibnu Ishaq menjelaskan Ali adalah lelaki pertama yang mempercayai wahyu tersebut atau orang ke 2 yang percaya setelah Khadijah istri Nabi sendiri. Pada saat itu Ali berusia sekitar 10 tahun.[3]
Ali semenjak kecil sudah dididik dengan adab dan budi pekerti Islam. Lidahnya sangat fasih berbicara, dan dalam hal ini beliau dikenal sangat ulung. Pengetahuanya dalam bidang agama Islam sangat luas. Karena dekatnya dengan Rasulullah SAW, beliau termasuk orang yang paling banyak meriwayatkan hadist. Keberanianya sangat masyhur dan hampir disetiap peperangan yang dipimpin oleh Rasulullah, Ali senantiasa  mengikutinya,[4] kecuali perang  tabuk  yang  terjadi pada 9 H/631 M. pada saat itu ia diberi kepercayaan untuk menjaga kota Madinah yang dapat dikatakan  kosong  pertahanannya karena sebagian besar lelaki ikut perang.[5]
Dalam biografi asing (Barat), hubungan Ali dengan Nabi Muhammad SAWdilukiskan seperti Yohanes Pembaptis (Nabi Yahya) dengan Yesus (Nabi Isa). Dalam riwayat-riwayat Syi’ahdan sebagian riwayat Sunni, hubungan tersebut dilukiskan seperti Nabi Harunkepada Nabi Musa.[6]
Ali bin Abi Thalib menikah dengan putri Rasulullah Fatimah, hingga Ali wafat Ali pernah menikah dengan empat orang Istri dan Sembilan belas budak. Ali mempunyai keturunan empat belas anak laki-laki dan Sembilan belas anak perempuan.[7]
Nah itulah sedikit informasi tentang Keistimewaan Ali Bin Abi Thalib Sebelum Menjadi Khalifah, semoga bermanfaat. Baca juga: Kronologi perang siffin

[1]Musthafa Murad, Kisah Hidup Ali ibn Abi Thalib, (Jakarta: Zaman, 2009), 7-8.

[3] Ibid
[4] A. Syalabi,  Sejarah Kebudayaan Islam, (Jakarta: Pustaka Al-Husna, 1982), 281
[5] Taufik Abdullah dkk, Ensiklopedi Tematis Dunia Islam, (Jakarta: Ichtiar baru van hoeve, 2002), 41.
[6]  Diriwayatkan dari Imam Bukhari :
حدثنا مسدد حدثنا يحيى عن شعبة عن الحكم عن مصعب ابن سعد عن أبيه  : أن رسول الله صلى الله عليه و سلم خرج إلى تبوك واستخلف عليا فقال أتخلفني في الصبيان والنساء ؟  قال ( ألا ترضى أن تكون مني بمنزلة هارون من موسى ؟ إلا أنه ليس نبي بعدي )وقال أبو داود حدثنا شعبة عن الحكم سمعت مصعبا
    (Lihat Bukhari, Shahih Bukhari, Maktabah Syamilah, Juz 4, 1602)
[7]Musthafa Murad, Kisah Hidup Ali ibn Abi Thalib, 58.

Tinggalkan komentar