Lompat ke konten
Home » √ Sejarah Berdirinya Kerajaan Mughal di India dan Perkembangannya!

√ Sejarah Berdirinya Kerajaan Mughal di India dan Perkembangannya!

Daftar Isi

Sejarah Berdirinya Kerajaan Mughal di India – Asal mula bangsa Mughal ialah dari masyarakat hutan yang mendiami Hutan Siberia dan Mughal luar di sekitar Danau Baikal. Sebenarnya mereka itu bukanlah suku nomad yang berpindah-pindah dari satu stepa ke stepa yang lain, walaupun mereka menaklukkan banyak stepa dengan ketangkasannya menunggang kuda. Pemimpin atau Khan bangsa Mughal yang pertama yang diketahui dalam sejarah adalah Yesugey (w.1175 M).

Ia adalah ayah Chinggis (Chingiz atau Jengis). Chinggis aslinya bernama Temujin, seorang pandai besi yang mencuat namanya karena perselisihan yang dimenangkannya melawan Ong Khan atau Togril, seorang kepala suku Kereyt. Chinggis sebenarnya adalah gelar bagi Temujin yang diberikan kepadanya oleh Sidang kepala-kepala suku Mughal yag mengangkatnya sebagai pemimpin tertinggi bangsa itu pada tahun 1206 M, atau juga disebut Chingiz Khan/Raya yang Agung, ketika ia berumur 44 tahun.

Jengis Khan menyempurnakan moral masyarakatnya dengan undang-undang yang dibuatnya, yaitu Yasa dan Yasaq yang berisi antara lain harus dihukum mati bagi siapa yang berbuat zina, sengaja berbuat bohong, melaksanakan magic, mata-mata, membantu salah satu dari dua orang yang berselisih, memberi makan atau pakaian kepada tawanan perang tanpa izin, dan demikian pula bagi yang gagal melaporkan budak belian yang melarikan diri juga dikenakan hukuman mati.

Perkembangan Kerajaan Mughal di India

Kerajaan Mughal di India – Jengis Khan juga mengatur kehidupan beragama dengan tidak boleh merugikan antara satu pemeluk agama dengan yang lainnya, dan membebaskan pajak bagi keluarga Muhammad saw., para penghafal al Qur’an, ulama’, tabib, pujangga, orang shaleh dan zuhud serta muazin. Dalam Yasa terdapat juga larangan bagi orang yang meletakkan tangannya di bawah air minum, dan sebagai gantinya air minum itu harus diambil dengan barang atau alat yang lain.

Seorang raja harus dipanggil dengan panggilan yang lengkap, tentara yang mau berperang harus diinspeksi terlebih dahulu, dan perempuan harus siap membayar pajak bila kaum lelakinya pergi berperang. Ia juga mendirikan pos untuk mengetahui berita-berita tentang kerajaannya. Ia melarang penyerbuan terhadap agama dan sekte agama dan mencegah terjadinya perbedaan dalam agama. Rupanya Jengis Khan ingin mengambil hati kaum Muslimin dengan tidak mengusik kelompok tersebut, dan menghormati keluaga Muhammad saw., yang ketika itu memang Islam sudah meluas hingga ke wilayahnya. Peraturan itu antara lain dimaksudkan untuk memberi landasan yang kokoh bagi bangsanya guna menghadapi tantangan dan meluaskan wilayah ke luar negeri, baik ke Cina maupun ke negeri-negeri Islam.

Adapun India menjadi wilayah Islam pada masa Umayyah, yakni pada masa Khalifah al Walid. Penaklukan wilayah ini dilakukan oleh pasukan Umayyah yang dipimpin oleh panglima Muhammad ibnu Qasim. Kemudian pasukan Ghaznawiyah di bawah pimpinan Sultan Mahmud mengembangkan kedudukan Islam di wilayah ini dengan berhasil menaklukkan seluruh kekuasaan Hindu dan mengadakan pengislaman sebagian masyarakat India pada tahun 1020 M. setelah Ghaznawi hancur muncullah beberapa dinasti kecil yang menguasai negeri India, seperti dinasti-dinasti Khalji (1296-1315 M), dinasti Tughlag (1320-1412 M), dinasti Sayyid (1414-1451 M), dinasti Lodi (1451-1526 M).

Saat kerajaan ini lahir, sebelumnya di Asia kecil pada tahun 1300 M telah lahir kerajaan Turki Usmani, dan kerajaan Safawi di Persia pada tahun 1500 M. Pada perkembangan selanjutnya ketiga kerajaan ini menjadi kerajaan super power di dunia. Mereka dengan baik berhasil menguasai dan mengembangkan perekonomian, militer, politik, dan kebudayaan yang monumental.

Mughal merupakan kekuasaan Islam terakhir di India (1526-1858 M). Didirikan oleh Zahiruddin Babur pada tahun 1526 M, seorang keturunan Timur Lenk dari etnis Turki-Mongol. Ayahnya bernama Umar Mirza, dia adalah penguasa Farghana, sedang ibunya keturunan Jengis Khan. Sepeninggal ayahnya, ia menggantikannya sebagai penguasa di Farghana pada usia 11 tahun. Ia berhasil menaklukkan Samarkand, kota terpenting di Asia Tenggara pada tahun 1494 M, kemudian menaklukkan Kabul, ibukota Afganistan pada tahun 1501 M.

Ekspansi terus dilakukan hingga berhasil memasuki wilayah India yang saat itu diperintah oleh Ibrahim Lodhi. Pada saat itu pemerintahan dinasti Lodhi sedang mengalami masa krisis dan mulai lemah pertahanannya sehingga Babur dengan mudah berhasil mengalahkannya. Dalam upaya menguasai wilayah India, Babur berhasil menaklukkan Punjab pada tahun 1525 M. Dalam pertempuran di Panipat, Babur mengalami kemenangan sehingga ia berhasil memasuki kota Delhi, dan kemudian mendirikan kerajaan di kota itu pula pada tahun 1526 M.

Pemerintahan kerajaan Mughal berkuasa selama 3 abad lebih, terhitung mulai tahun berdirinya 1526 M sampai tahun kehancurannya 1858 M atau dengan istilah lain, kerajaan ini bertahan dan berkuasa selama 332 tahun.

Kemajuan Kerajaan Mughal di India

Sejarah Berdirinya Kerajaan Mughal di India dan Perkembangannya!
Kerajaan Mughal di India

Kemajuan yang dicapai pada masa dinasti Mughal merupakan sumbangan yang berarti dalam mensyiarkan dan membangun peradaban Islam di India. Kemajuan-kemajuan tersebut antara lain:

1. Bidang Politik dan Militer

Kerajaan Mughal di India – Sistem yang menonjol adalah politik sulh e-kul atau toleransi universal. Sistem sangat tepat karena mayoritas masyarakat India adalah Hindu sedangkan Mughal adalah sistem Islam. Di sisi lain terdapat juga rasa atau etnis lain yang juga terdapat di India. Lembaga yang merupakan produk dari system ini adalah Din-i-Ilahi dan Mansabdhari.

Di bidang militer, pasukan Mughal dikenal sebagai pasukan yang kuat. Mereka terdiri dari paukan gajah, berkuda dan meriam. Wilayahnya dibagi dalam system distrik-distrik. Setiap distrik dikepalai oleh sipah solar dan sub distrik dikepalai oleh Faujdar. dengan system inilah pasukan Mughal berhasil menaklukkan daerah-daerah disekitarnya.

2. Bidang Ekonomi

Kerajaan Mughal di India – Kontribusi Mughal dibidang ekonomi adalah memajukan pertanian terutama untuk tanaman padi, kacang, tebu, rempah-rempah, tembakau dan kapas. Pemerintah membentuk lembaga khusus untuk mengatur masalah pertanian. Wilayah terkecil disebut deh, dan beberapa deh tergabung dalam bargana (kawedanan) setiap komunitas petani dipimpin oleh mukaddam. Melalui mukaddam inilah pemerintah berhubungan dengan petani.

Disamping pertanian, pemerintah juga memajukan industry tenun. Hasil industry ini banyak dekspor keluar negeri seperti Eropa, Arabia, Asia Tenggara dan lain-lain. Pada masa Jahangir, banyak investor asing yang diizinkan menanamkan investasinya, seperti mendirikan pabrik pengolahan hasil pertanian di Surath.

3. Bidang Seni dan Arsitektur

Kerajaan Mughal di India – Hasil karya seni dan arsitektur Mughal sangat terkenal dan dapat dinikmati sampai sekarang. Ciri yang menonjol dari arsitektur Mughal adalah pemakaian ukiran dan marmer yang timbul dengan kombinasi warna-warni. Bangunan yang menunjukkan ciri ini antara lain: benteng merah, istaa-istana, makam kerajaan dan yang paling tujuh keajaiban dunia yang dibangun oleh Syekh Jehan khusus untuk istrinya Noor Mahal yang cantik jelita. Bangunan lain yang bermotif sama adalah Masjid Raya Delhi yang berlapis marmer dan sebuah istana di Lahore.

Kebijakan-kebijakan dalam pengembangan kebudayaan ditampakkan adanya bentuk perpaduan antara unsur Islam dengan Hindu. Bentuk ini misalnya dapat dilihat secara jelas pada arsitektur dan lukisan pada beberapa benteng dan istana di Ajmer, Agra, Allahabad, Lahore, dan Fathepur Sikri. Sejumlah bangunan dinding yang berkelok-kelok untuk menyangga bagian atap, bentuk-bentuk zoomorphic, motif lonceng dan rantai, dan sejumlah sarana lainnya, seluruhnya telah digunakan dalam konstruksi bangunan masjid dan istana zaman sebelumnya. Kubah yang lahir dari tradisi arsitektur Muslim dipakai baik untuk masjid maupun kuil.

Bidang sastra juga menonjol. Banyak karya sastra yang diubah dari bahasa Persia ke bahasa India. Pada masa Akbar berkembang bahasa Urdu, yang merupakan perpaduan dari berbagai bahasa yang ada di India. Bahasa urdu ini kemudian banyak dipakai di India dan Pakisan sekarang. Sastrawan Mughal yang terkenal adalah malik Muhammad Jayashi, dengan karya monumentalnya Padmavat, sebuah karya alegoris yang mengandung kebajikan jiwa manusia. Sastrawan lain adalah Abu Fadhl yang juga sejarawan. Karyanya berjudul Akbar Nama dan Ain e-Akbari, yang mengupas sejarah Mughal berdasarkan figure pimpinannya.

4. Bidang Ilmu Pengetahuan

Kerajaan Mughal di India – Dinasti Mughal juga banyak memberikan sumbangan dibidang di bidang ilmu pengetahuan. Sejak berdiri, banyak ilmuwan yang dating ke India untuk menuntut ilmu pengetahuan. Bahkan istana Mughal pun menjadi pusat kegiatan kebudayaan. Hal ini karena adanya dukungan dari penguasa dan bangsawan serta ulama. Aurangzeb misalnya, memberikan sejumlah besar uang dan tanah untuk membangun pusat pendidikan di Lucknow.

Di tiap-tiap masjid memiliki lembaga ingkat dasar yang dikelola oleh seorang guru. Pada masa Syah Jehan didirikan sebuah pergurua tinggi di Delhi. Jumlah ini semakin bertambah ketika pemerintah dipegang oleh Aurangzeb. Dibidang ilmu agama berhasil dikodifikasika hokum islam yang dikenal dengan sebutan Fatwa-I-Alamgri.

Demikian ulasan singkat seputar Sejarah Islam Berdirinya Kerajaan Mughal di India dan perkembangannya. Guna dapat dijadikan sebagai bahan bacaan anda. semoga bermanfaat.

Baca juga: Sejarah dinasti saljuk, lengkap!


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *