Lompat ke konten
Home » √ Konsep Umum Metodologi Penelitian (Kualitatif dan Kuantitatif), Lengkap!

√ Konsep Umum Metodologi Penelitian (Kualitatif dan Kuantitatif), Lengkap!

Daftar Isi

Konsep Umum Metodologi Penelitian (Kualitatif dan Kuantitatif)
Konsep Umum Metodologi Penelitian (Kualitatif dan Kuantitatif)

Konsep Umum Metodologi Penelitian (Kualitatif dan Kuantitatif) – Metode adalah cara kerja yang bersistem dan teratur untuk memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan guna mencapai tujuan yang ditentukan, sedangkan penelitian adalah pemeriksaan yang teliti; penyelidikan; kegiatan pengumpulan, pengolahan, analisis, dan penyajian data yang dilakukan secara sistematis dan objektif untuk memecahkan suatu persoalan atau menguji suatu hipotesis untuk mengembangkan prinsip-prinsip umum.[1]

Pengertian Metode

Pengertian metode, berasal dari kata metodos (yunani) yang dimaksud adalah cara atau menuju suatu jalan. Metode merupakan kegiatan ilmiah yang berkaitan dengan suatu cara kerja (sistematis) untuk memahami suatu objek atau objek penelitian, sebagai upaya untuk menemukan jawaban yang dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah dan termasuk keabsahannya. Metode secara luas dianggap sebagai esensi dari pendekatan ilmiah untuk penelitian.

Rosady Ruslan mengutip pendapat Soejono Soekarto (1989:5), penelitian merupakan kegiatan ilmiah yang berkaitan dengan analisis dan kontruksi yang dilakukan secara metodologis, sistematis, dan konsisten. Oleh karena itu dengan kegiatan yang sistematis dan terkontrol maka akan mudah dan hasil yang memuaskan dalam sebuah penelitian.

Untuk memenuhi tersebut, peneliti mempunyai ciri-ciri yang mengacu pada:

  1. Objektifitas dalam penyajian yang deskriptif, sistematis, dan analisis bertindak sesuai dengan fakta dan kondisi pada saat ini
  2. Serba relative, bahwa kebenaran ilmiah yang diajukan bukanlah hal yang mutlak dan hasilnya dimungkinkan dapat dibantah atau diuji kebenarannya.
  3. Skeptis, adanya keraguan atas pernyataan yang belum memiliki kekuatan dasar-dasar pembuktian.
  4. Netral, dalam mengungkapkan fakta yang sesungguhnya tidak berkaitan dengan nilai-nilai baik atau buruk.
  5. Sederhana, tidak terlalu rumit dalam kerangka berfikir, perumusan pernyataan dan pembuktiannya tetap berdasarkan kebenaran ilmiah.[2]

Manusia pada dasarnya memiliki kodrat ingin tahu segala sesuatu yang terjadi disekelilingnya. Untuk memenuhi hasrat tersebut manusia selalu mencari, meneliti, menelaah hal yang dipertanyakan. Hasrat ingin tahu tadi bisa dipenuhi dan diketemukan melalu metodologi penelitian atau cara yang sistematis dan terkontrol.[3]

Konsep Umum Metodologi Penelitian (Kualitatif dan Kuantitatif) – Metode tersebut diperlukan ketat dikontrol percobaan, dengan kontrol yang sangat besar dan kelompok eksperimen, sehingga seseorang bisa melihat dengan jelas perbedaan yang intervensi tertentu mungkin membuat. Tapi ini pada gilirannya diperlukan artikulasi sangat berhati-hati dari hipotesis yang akan diuji, dan yang pada gilirannya diperlukan canggih. Proses pemurnian masalah merasa (merasa sesering bukan oleh pasien sebanyak oleh peneliti medis) ke dalam satu set diuji hipotesis.

Selanjutnya, percobaan skala besar semacam itu harus memperhitungkan penelitian yang lain telah dilakukan di daerah yang sama. Tapi itu diperlukan menyusun potongan penelitian yang lebih sering daripada tidak, didasarkan pada sampel yang berbeda atau yang membuat asumsi-asumsi yang sedikit berbeda. Oleh karena itu, merupakan bagian penting dari pemurnian bukti terletak pada tinjauan sistematis penelitian yang ada, menolak bahwa yang melakukan tidak memenuhi kriteria eksperimental ketat, diabaikan bahwa di mana data dan metode yang kurang jelas, mana mungkin mendamaikan dasar yang berbeda untuk sampel, mengidentifikasi di mana penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengisi kesenjangan dalam pengetahuan kita berbasis ilmiah.

Dalam buku sukardi, mereka memerlukan alat untuk dapat memecahkan problem keterasingan tersebut. Alat instrument yang hendak dibahas secara luas dan sistematik adalah metodologi penelitian yang biasanya berisi tentang cara-cara menggunakan beberapa metode pendekatan untuk memecahkan masalah yang dihadapi.[4] Dengan beberapa pendekatan diantaranya:

  1. Mengetahui sesuatu tersebut dimulai dari yang global menuju kearah yang lebih detail

Untuk mengetahui struktur mobil misalnya, seseorang dapat menguasai dengan dimulai apa fungsi dan kegunaan mbobil itu bagi manusia, apa peranan mobil, baru ke arah apakah bagian utama mobil tersebut.

  1. Menggunakan pendekatan dari yang spesifik menuju ke arah yang global

Seseorang untuk mengetahui tentang apakah mobil itu dimulai dengan mengadakan kunjungan kerja ke bagian bengkel. Disana ditunjukkan bagian-bagian utama dan proses kerja dan seterusnya.

  1. Menggunakan pendekatan secara ilmiah.

Untuk mengetahui sesuatu seseorang dapat memulai megerahkan hasrat ingin tahu atau permasalahan dapat memulai dari mencari data yang valid, mencari data pendukung dan mencari jawaban permasalahan tersebut.

Konsep Umum Metodologi Penelitian Ilmiah

Konsep Umum Metodologi Penelitian (Kualitatif dan Kuantitatif) – Ilmu Pengetahuan adalah sekumpulan pengetahuan yang tersusun secara sistematis dan runtut melalui metode ilmiah, metode ilmiah adalah prosedur atau langkah-langkah sistematis dalam mendapatkan pengetahuan. Syarat ilmu pengetahuan adalah memiliki objek dan metode ilmiah, atau memiliki dimensi/aspek sebagai berikut:

  1. Aspek Ontologis, yaitu berkenaan dengan apa yang ingin diketahu, apa yang dipikirkan atau yang menjadi masalah.
  2. Aspek epistimologis, yaitu berkenaan dengan bagaiman ilmu mempelajari objek studinya dengan menggunakan metode tertentu.
  3. Aspek aksiologis, yaitu berkenaan gunalaksana atau manfaat ilmu tersebut.[5]

Pada dasarnya penelitian butuh ilmiah, kalau penelitian tanpa ilmiah maka bukan penelitian berarti ngawor seperti menemukan uang, ingin dikasihkan ke orangnya atau diambil sendiri dibelikan jajan tanpa berfikir panjang bagaimana uang ini dikembalikan, ingin diolah kemana, darimana asalnya, dan siapa yang menaruhnya.

Penelitian mempunyai peranan penting sebagai kegiatan pendukung dalam melaksanakan fungsi dan peran public relations, baik untuk memperoleh data, fakta lapangan (informasi) mengenai citra organisasi, persepsi, pandangan dan opini public secara akurat serta sistematik, maupun ingin mngetahui sikap, reaksi, dan tanggapan (respon) khalayak sebagai target sasaran mengenai kebijaksanaan, program kerja, pelayanan, dan aktivitas perusahaan.

Penelitian (research) merupakan rangkaian kegiatan ilmiah art and science dalam rangka pemecahan suatu permasalahan atau sebagai pengamatan atau inquiri dengan bertujuan untuk mencari solusi jawaban langsung dari permasalahan yang dihadapi baik berupa discovery maupun invention.[6]

Penelitian ilmiah merupakan art and science atau seni dan ilmu pengetahuan, seni dalam meneliti, adalah ingin tahu permasalahan dengan pendekatan ilmiah, secara sistematik dan terkonrol, hal ini dikembangkan dan dilestarikan untuk menjawab segala permasalahan yang terlalu kompleks di masyarakat.

Dengan adanya penelitian, maka jawaban permasalahan itu harus benar-benar bisa dipertanggungjawabkan, bukan sembarang jawaban yang kemudian akan dikonsumsi oleh masyarakat, hasil penelitian tersebut bisa dikonsumsi oleh masyarakat sebagai solusi tepat untuk membantu dalam mengentaskan permasalahan yang ada di dalam masyarakat tersebut.

Penelitian tidak dilakukan hanya dalam public relations, akan tetapi banyak dan kompleks baik dalam dunia pendidikan, organisasi dan kepribadian, maka peneliti sebelum melaksanakan peneliti harus mengetahui seluk beluk kegiatan yang akan di teliti, seseorang ingin meneliti pendidikan kurikulum 2013 misalnya, berarti peneliti harus mengetahui ilmu pendidikan terlebih dahulu baik kekurikuluman, kesiswaan, struktur kurikulum, keguruan dan bahan pembelajaran yang diajarkan pada kurikulum 2013.

Dengan pengetahuan yang akan diteliti bisa mempermudah untuk mencari data-data valid yang akan dijadikan sebagai bahan penelitian baik dengan observasi, pengamatan keilmuan yang ada dan hubungan dengan responden yang tepat. Penelitian pembelajaran misalnya, tidak mungkin mencari data ke kepegawaian bagian kebersihan.

Metodologi penelitian merupakan ilmu yang mempelajari tentang metode-metode penelitian, ilmu tentang alat-alat dalam penelitian. Di lingkungan filsafat, logika dikenal sebagai ilmu tentang alat untuk mencari kebenaran.

Persyaratan ilmu pengetahuan yang disebut ilmiah menurut pengertian Mannheim di atas dapat ditarik unsur-unsur intinya, yaitu penjelasannya sebagai berikut:

  1. Accurate (akurat), memiliki kepastian, ketepatan dan kepedulian besar yang mampu mengembangkan nilai-nilai kepercayaan dalam suatu penelitian ilmiah.
  2. Systematic (sistematis), merupan suatu metodologi, ketelitian dan secara tetap dalam urutan tertentu atau tahapan-tahapan pelaksanaan penelitian secara sistematis.
  3. Analysis (analisis), penelitian yang berkonsentrasi dengan masalah identifikasi permasalahan dan mempelajari suatu komponen atau unsur-unsur tertentu yang kemudian di analisis untuk menemukan jawabannya.
  4. Determinate (ketepatan yang jelas), setiap kegiatan ilmiah adalah untuk menentukan batasan-batasan pengertian dengan ketentuan yang jelas dan spesifik.[7]

Penelitian adalah merupakan proses ilmiah yang mencakup sifat formal dan intensif sedangkan menurut kerliger (1986) ialah proses penemuan yang mempunyai karakteristik sistematis, terkontrol, empiris dan mendasarkan pada teori dan hipotesis atau jawaban sementara.

Penelitian ilmiah merupakan kegiatan telaah, pengamatan, ketelitian dan kecermatan yang bersifat formal dan intensif serta sistematis, artinya penelitian ini telah direncanakan dan dikonsep dengan baik untuk mencari sebuah jawaban yang tepat dengan menggunakan literature keilmuan yang ada dan dikembangkan sebagai penemuan lebih baik dan penemuan khasanah ilmu baru yang mampu mendeteksi dengan cermat dan tepat.[8]

Konsep Umum Metodologi Penelitian Kualitatif – Sama seperti penelitian di bidang lain, penelitian di bidang pendidikan menggunakan dua tipe dasar penalaran: penalaran induktif dan penalaran deduktif. penalaran induktif sering disebut sebagai “bottom-up” pendekatan untuk mengetahui di mana peneliti menggunakan observasi khusus untuk membangun sebuah abstraksi atau untuk menggambarkan gambar dari fenomena yang sedang dipelajari. Penalaran induktif biasanya menyebabkan dengan metode induktif pengumpulan data dimana peneliti (1) sistematis mengamati fenomena yang diselidiki, (2) mencari pola atau tema dalam pengamatan, dan (3) mengembangkan generalisasi dari analisis tema. Jadi peneliti berlangsung dari pengamatan khusus untuk umum pernyataan jenis pendekatan penemuan untuk mengetahui.

Kita dapat membedakan lima aspek yang luas dari proses penelitian: perumusan masalah, pemilihan kasus, data produksi, analisis data, dan sedang menulis laporan penelitian. Itu akan salah berpikir dari fase sementara sebagai berbeda dari proses penelitian karena, meskipun masing-masing menganggap prioritas pada tahap tertentu, tidak ada urutan standar. Untuk satu derajat atau lain, semua aspek harus dipertimbangkan pada semua tahap. Memang, bagaimana setiap aspek dibahas berimplikasi pada orang lain.[9]

Struktur penelitian terdiri dari:

  1. Gagasan penelitian
  2. Mulai pertanyaan yang luas kemudian dopersempit
  3. Focus dalam mengoprasionalan
  4. Mengamati
  5. Menganalisa data
  6. Mencapai kesimpulan
  7. Generalisasi kembali ke pertanyaan[10]

Jenis-jenis penelitian pandangan pendekatan diantaranya:

  1. Penelitian dengan pendekatan kuantitatif, menekankan analisis pada data-data numerical (angka) yang diolah dengan metoda statistika.
  2. Penelitian dengan pendekatan kualitatif, lebih menekan analisis pada proses penyimpulan deduktif dan induktif serta pada analisis terhadap dinamika hubungan antarfenomena yang diamati, dengan menggunakan logika ilmiah.
  3. Penelitian deskriptif, melakukan analisa hanya sampai pada taraf deskriptif, yaitu menganalisis dan menyajikan fakta secara sistematik sehingga dapat lebih mudah untuk difahami dan disimpulkan.
  4. Penelitian inferensial, melakukan analisis hubungan antarvariabel dengan pengujian hipotesis.[11]

Sebagai sistem praktek memperluas ruang lingkup untuk menyertakan penelitian tindakan (action reserch), itu tepat untuk merefleksikan sebentar pada kedua sifat action reserch dan, karena ini adalah sering ditantang, keabsahannya sebagai modus penyelidikan yang mengarah ke dipertahankan dan Hasil berpotensi dialihkan. Karakteristik ini tidak bisa tentu saja termasuk pengulangan, dan itu adalah sumber tantangan.

Sedangkan penelitian diartikan sebagai upaya dalam bidang pengetahuan yang dijalankan untuk memperoleh fakta-fakta dan prinsip-prinsip dengan sabar, hati-hati dan sistematis untuk mewujudkan kebenaran, berikut prinsip-prinsip penelitian:

  1. Penelitian perlu dirancang dan diarahkan guna memecahkan sesuatu maslah tertentu. Yang pada ahir penelitian hasilnya dapat menjawab masalah tersebut.
  2. Penelitian tekannya untuk mengembangkan generalisasi, prinsip-prinsip, serta teori-teori. Dengan demikian hasilnya mempunyai nilai deskripsi dan prediksi.
  3. Berangkat dan bermula pada masalah atau objek yang diteliti/observasi.
  4. Penelitian memerlukan observasi dan deskripsi yang akurat. Untuk itu, peneliti menggunakan kuantifikasi serta berbagai alat ukur/perhitungan dan deskripsi yang cermat.[12]

Pada dasarnya penelitian adalah penelaahan yang terkendali (disciplined inquiry), dalam arti bahwa:

  1. Logika proses berpikir dinyatakan secara eksplisit
  2. Informasi sebagai bahan berpikir dikumpulkan secara sistematis dan obyektif (T. Raka Joni, 1983)

Penelitian merupakan bagian yang tidak dipisahkan dari ilmu pengetahuan. Tugas-tugas ilmu dan penelitian secara garis besar dapat disebutkan sebagai berikut:

  1. Mengadakan deskripsi, yaitu memberikan atau melukiskan keadaan,
  2. Mengadakan eksplanasi, yaitu menerangkan kondisi-kondisi yang mendasari terjadinya peristiwa-peristiwa
  3. Menyusun teori-teori ilmiah, yaitu mencari hukum-hukum atau tata cara mengenai hubungan antara kondisi dan peristiwa-peristiwa
  4. Mengadakan setimasi dan proyeksi, yaitu memperkirakan peristiwa-peristiwa yang bakal terjadi.[13]

Jadi hakikat riset tersebut melalui metode penelitian ilmiah yang sesungguhnya untuk mencari “nilai kebenaran” secara objektif dan logis, termasuk kegiatan pengumpulan fakta-fakta di lapangan, data dan informasi baik diperolrh secara langsung (primarily) maupun tidak langsung (secondary). Istilah penelitian tersebut berasal dari kata bahasa inggris, research yaitu re artinya kembali, dan search adalah mencari, menurut kamus Oxford Advanced Leaner’s Dictionary of Current English (1977) yaitu melakukan penyelidikan dalam aturan untuk menemukan fakta-fakta baru, dan memperoleh tambahan informasi.

Penelitian dalam dunia pendidikan, sejak awal pendidikan formal, penelitian telah digunakan untuk membantu meningkatkan pendidikan dan untuk menentukan bagaimana pendidikan bekerja dalam berbagai macam situasi. Melalui penelitian ilmiah, pendidik berharap untuk mendapatkan informasi yang akurat dan dapat diandalkan tentang isu-isu penting dan permasalahan yang dihadapi komunitas pendidikan. Secara khusus, penelitian pendidikan ilmiah didefinisikan sebagai penerapan metode dan teknik yang dapat membantu peneliti sistematis dan praktisi untuk memahami dan meningkatkan pengajaran dan belajar proses.[14]

Konsep Umum Metodologi Penelitian Kuantitatif – Penelitian Pendidikan: Menggunakan Metode Ilmiah Inisiatif tentu bukan upaya pertama untuk menerapkan metode ilmiah untuk praktik pendidikan. Sejak awal pendidikan formal, penelitian telah telah digunakan untuk membantu meningkatkan pendidikan dan untuk menentukan bagaimana pendidikan bekerja dalam berbagai macam situasi. Melalui penelitian ilmiah, pendidik berharap untuk mendapatkan informasi yang akurat dan dapat diandalkan tentang isu-isu penting dan permasalahan yang dihadapi komunitas pendidikan. Secara khusus, penelitian pendidikan ilmiah didefinisikan sebagai penerapan metode dan teknik yang dapat membantu peneliti sistematis dan praktisi untuk memahami dan meningkatkan pengajaran dan proses pembelajaran.

Penelitian dibidang pendidikan, dimaksudkan untuk mengadakan pembaharuan dan pengembangan pendidikan dari gagasan dan masalah yang selalu muncul setiap saat, masalah pendidikan, disatu pihak sangat kompleks, srta dilain pihak, tuntutan kebutuhan, tidak bisa dibuat lama-lama menunggu, sehingga tahap pengembangan dan tahap penerapan atau tahap penyebarluasan tidak dapat jelas dipisahkan.

Sama seperti penelitian di bidang lain, penelitian di bidang pendidikan menggunakan dua tipe dasar penalaran: penalaran induktif dan penalaran deduktif. penalaran induktif sering disebut sebagai “bottom-up” pendekatan untuk mengetahui di mana peneliti menggunakan observasi khusus untuk membangun sebuah abstraksi atau untuk menggambarkan gambar dari fenomena yang sedang dipelajari. Penalaran induktif biasanya menyebabkan dengan metode induktif pengumpulan data dimana peneliti (1) sistematis mengamati fenomena dalam penyelidikan, (2) mencari pola atau tema dalam pengamatan, dan (3) mengembangkan generalisasi dari analisis mereka tema. Jadi peneliti berlangsung dari pengamatan khusus untuk umum pernyataan jenis pendekatan penemuan untuk mengetahuinya.[15]

Jenis-jenis penelitian sesuai penggolongannya sebagai berikut:

  1. Penggolongan menurut bidangnya: penelitian pendidikan, penelitian sejarah, penelitian ilmu teknik, penelitian biologi, penelitian ekonomi, dan sebagainya.
  2. Penggolongan menurut tempatnya: penelitian laboratium, penelitian perpustakaan dan penelitian kancah.
  3. Penggolongan menurut pemakaiannya: penelitian murni dan penelitian terpakai.
  4. Penggolongan menurut tujuan umumnya: penelitian eksploratif, penelitian perkembangan, dan penelitian verifikatif.
  5. Penggolongan menurut tarafnya: penelitian deskriptif dan penelitian inferensial.
  6. Penggolongan menurut pendekatannya: penelitian longitudinal dan penelitian cross-sectional (sutrisno Hadi, 1980: 3-4)

Menurut Whitney (1960) bahwa ilmu dan penelitian adalah sama-sama proses, sehingga ilmu dan penelitian adalah proses yang sama. Hasil dari proses tersebut adalah kebenaran (truth). Lihat gambar di bawah ini.[16]

Menggambar kesimpulan (kesimpulan) dari temuan studi untuk ‘kebenaran’ di dunia nyata adalah tujuan inti penelitian. Tapi banyak keputusan harus dibuat dalam proses merancang dan melaksanakan studi penelitian, yang mempengaruhi cakupan dan kualitas kesimpulan dari hasil penelitian dunia nyata. Kriteria kualitas inti adalah reliabilitas dan validitas temuan, menunjukkan ini ketergantungan kesimpulan pada karakteristik studi.[17]

Konsep Umum Metodologi Penelitian (Kualitatif dan Kuantitatif)

Menganalisis Urgensi Metodologi Penelitian dalam Menyusun Karya Ilmiah

Sebelum membicarakan urgen metodologi penelitian, memaparkan sedikit tentang tujuan, manfaat dan fungsi dalam melakukan penelitian sebagai berikut:

Tujuan dengan adanya penelitian

  1. Memperoleh informasi baru
  2. Mengem bangkan dan menjelaskan
  3. Menerangkan, memprediksi, dan mengenotrol suatu ubahan[18]

Fungsi penelitian

  1. Menemukan sesuatu yang baru
  2. Mengembangkan ilmu pengetahuan
  3. Melakukan validasi terhadap teori lama
  4. Menemukan permasalahan penelitian
  5. Menambah khazanah pengayaan ilmiah yang baru

Fungsi penelitian adalah mencarikan penjelasan dan jawaban terhadap permasalahan serta memberikan alternative bagi kemungkinan yang dapat di gunakan untuk pemecahan masalah.

Manfaat penelitian

  1. Bagi peneliti, untuk menambah khasanah keilmuan dan pengetahuan secara ilmiah dan cekatan berfikir kritis dalam menanggapi segala masalah yang ada sekelilingnya dengan menggunakan ilmiah dan rasional sehingga bisa diterima di kalangan masyarakat.
  2. Bagi pembaca, untuk menambah pengetahuan akademika dalam literature pengetahuan secara ilmiah.

Melihat dari tujuan. manfaat, dan fungsi penelitian sangat urgen sekali dalam civitas akademik untuk selalu mendorong, ada gairah untuk mempelajari tentang kegiatan metode penelitian guna memberikan hasil makalah, tesis dan desertasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

Kebenaran dalam penelitian sangat dibutuhkan dengan cara mengetahui ilmu metode penelitian agar sampai tujuan yang tepat dan rasional sesuai data-data yang valid bukan mengada-adakan data. Kebenaran itu bisa dilakukan dengan cara memberikan penelitian yang sistematis dan terkontrol. Hal tersebut berada pada ilmu metode penelitian.

Manusia yang mempunyai hasrat keingintahuan yang mendalam. Kemudian memberikan hasil jawaban yang tidak valid dalam penelitian maka akan kecewa dan mengeluh karena tidak sesuai dengan apa yang diharapkan, hal inilah yang tidak diinginkan, sebagai peneliti harus memberikan hasil penelitian yang bisa memberikan khasanah keilmuan yang bermanfaat bagi civitas akademik mapun masyarakat.

Mengkritisi Ruang lingkup Metodologi Penelitian

Konsep Umum Metodologi Penelitian (Kualitatif dan Kuantitatif) – Pengertian dari Ruang lingkup adalah Batasan. Metodologi penelitian ialah ilmu tentang metode-metode yang akan digunakan dalam melakukan suatu penelitian. Sebagai ilmu yang mempelajari metode-metode untuk melakukan penelitian, ruang lingkup pembahasannya meliputi metode penelitian, tujuan penelitian, pengumpulan baru (proses), terencana dan sistematis, secara terkendali, objektif, dan penelitian yang tahan uji.

Kekuatan metode ilmiah terletak pada peniruan hasil-hasilnya ini ternyata temuan-temuannya menjadi” rahasia umum ” (Ziman , 1968) seorang psikolog yang menjadi tertarik pada kelompok manusia dan dinamika mereka, terutama dari sudut pandang membawa perubahan dalam masyarakat, datang untuk melihat” keterbatasan mempelajari peristiwa sosial yang nyata kompleks dalam laboratorium, kepalsuan membelah unsur-unsur perilaku tunggal dari sistem yang terintegrasi” ( Foster , 1972). Konsep ini muncul dari seorang peneliti membenamkan dirinya sendiri dalam situasi manusia dan mengikuti itu bersama jalan apa pun seperti yang diungkapkan melalui waktu. Ini berarti bahwa satu-satunya objek tertentu penelitian menjadi proses perubahan itu sendiri. Ini adalah konsep yang sulit bagi mereka ingin mengimpor pengujian hipotesis ke sosial.[19]

Manusia merupakan subjek atau perilaku dimuka bumi ini, sebagai subjek manusia tidak luput untuk beraktifitas sehari-hari untuk memenuhi kebutuhannya, baik kebutuan primer dan sekunder, perlu makan tapi bagaimana mencari makan, perlu sandang bagaimana cara mencari sandang. Kebutuahan-kebutuhan itu merupakan bagian kehidupan yang harus di laksanakan.

Dengan kebutuhan tersebut manusia yang diberikan akal akan berfikir bagaimana mencari sandang pangan tersebut lebih cepat dan tepat, karena semakin modern dalam kehidupan ini, manusia untuk memenuhi kebutuhannya memerlukan alat dan sarana yang moderen pula seperti mobil, motor atau kereta api, sehingga memenuhi kebutuhannya lebih mudah dan tepat.

Begitu juga dengan penelitian butuh adanya metode, cara atau alat untuk memenuhi kebutuhan penelitian, penelitian merupakan kegiatan ilmiah yang akan menjawab hasrat keinginantahuan atau permasalahan atau pertanyaan di sekelilingnya dengan jawaban yang rasional, logis, tepat, ontentik kebenarannya perlu dengan adanya literaur keilmuan yang harus dipelajari dan dikuasai termasuk metodologi penelitian ini.

Penelitian, menguasai berbagai keilmuan tanpa adanya metode maka segala kegiatan akan membingungkan, bagaimana melangkah, darimana untuk memulainya, apa yang harus dilakukan dan apa yang dicarinya, hal ini apabila berlanjut maka akan merugikan bagi penelitian yang hasilnya tidak baik dan tidak bisa dipertanggung jawabkan kebenrannya.

Metodologi penelitian perannya sangat penting untuk memberikan langkah-langkah atau cara-cara meneliti dengan baik secara ilmiah, langkah-langkah penelitian tersebut hendaknya dikuasai dan dicermati mungkin agar perjalanan penelitian mudah dan memberikan suatu jawaban yang tepat dan benar.

Masyarakat perlu adanya khasanah keilmuan yang baru bertujuan memberikan kehidupan yang lebih layak dan berguna. Khasanah keilmuan tersebut dilakukan dengan penelitian yang sistematis dan terkontrol yang memberikan pada masyarakat lebih lugas, rasional dan tepat dalam penggunaannya.

Berbekal kodrat hasrat ingin tahu, dengan tidak mengenal lelah, manusia dari hari ke hari terus berusaha mengatasi pertanyaan dan masalah yang dihadapinya. Tetapi dari hari ke hari juga masih banyak masalah yang belum terpecahkan, baik masalah yang sudah lama menjadi perhatian ilmu pengetahuan, maupun masalah baru yang belum pernah terpikirkan oleh siapapun. Sudah barang tentu semua ini merupakan tantangan bagi peneliti.[20]

Demikian ulasan singkat seputar Konsep Umum Metodologi Penelitian (Kualitatif dan Kuantitatif) yang dapat kita sampaikan. Guna dapat menambah wawasan anda. Baca juga: Ruang lingkup dan objek penelitian. Semoga bermanfaat.

Daftar Pustaka

  1. Kamus Besar Bahasa Indonesia
  2. Nasir, Metode Penelitian, Jakarta: Ghalih Indonesia, 1988
  3. Ruslan, Rosady, Public Relations dan komunikasi, Jakarta: PT Raja Grafindo pesada, 2008
  4. Sukardi, Metodologi Penelitian Pendidikan Kompetensi dan Prakteknya, Jakarta: bumi aksara, 2003
  5. Azwar, Saifuddin, Metode Penelitian Kegiatan Ilmiah, Yogyakarta : pustaka pelajar offset, 2004
  6. Research Methods in Education Handbook, 2001 Open University
  7. Furchan, arief, Pengantar Penelitian dalam Pendidikan, Usaha Nasional, Surabaya
  8. Mardalis, Metode penelitian, Jakarta: bumi aksara, 2009
  9. Rachman, Maman, Strategi dan langkah-langkah peneliti pendidikan, IKIP semarang, 1999
  10. Lodico, Marguerite G., Methods In Educational Research, Amerika: Jossey bass, 2006
  11. Philosophy of Edukation Aims, Theory, Common Sence and Research
  12. The research Methods Knowledge Base
  13. Muhadjir Noeng, Metodologi Penelitian Kualitatif, Yogyakarta: Rake Sarasin, 2000
  14. Arikunto, Suharsimi, Manajemen Penelitian, Jakarta: PT Adi Maha Satya
  15. Miller, Peter, Addiction research Methods, New Delhi, PT. Sabon By Aptara: 2010
  16. Suryana, Metode Penelitian, Buku Ajar Perkuliahan, Universitas Pendidikan Indonesia

[1] Kamus Besar Bahasa Indonesia

[2] Rosady Ruslan, Public Relations dan komunikasi, (Jakarta: PT Raja Grafindo pesada, 2008), 24

[3] Sukardi, Metodologi Penelitian Pendidikan Kompetensi dan Prakteknya, (Jakarta: Bumi Aksara, 2003), 2

[4] Ibid., 2

[5] Suryana, Metode Penelitian, Buku Ajar Perkuliahan, Universitas Pendidikan Indonesia

[6] Ibid., 3

[7] Ibid., 25

[8] Ibit., 5

[9] Research Methods in Education Handbook, (Open University, 2001), 100

[10] William Trochim, The research Methods Knowledge Base, 15

[11] Ibid., 6

[12] Mardalis, Metode Penelitian,(Jakarta: Bumi Aksara, 2009), 24

[13] Maman Rachman, Strategi dan langkah-langkah Peneliti Pendidikan, (IKIP Semarang, 1999), 8

[14] Marguerite G. Lodico, Methods In Educational Research, (Amerika: Jossey bass, 2006), 4

[15] Ibid., 5

[16] M. Nasir, Metode Penelitian, (Jakarta: Ghalih Indonesia, 1988), 16

[17] Peter Miller, Addiction research Methods, (New Delhi, PT. Sabon By Aptara: 2010), 5

[18] Ibid., 4

[19] Philosophy of Edukation Aims, Theory, Common Sence and Research, 196

[20] Ibid., 17


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *